Richard Fisher: Ekonomi AS Mengkhawatirkan Namun Manageable
Ekonomi A.S. Dalam beberapa pekan ini tertatih-tatih, dan cenderung melemah. Tetapi situasi masih bisa dikendalikan, ucap Dallas Federal Reserve Bank President Richard Fisher Jum'at dinihari tadi saat sesi tanya jawab dengan wartawan setelah selesai pidato pada acara di the Instituto Tecnologico Autonomo de Mexico, Fisher berkata, "We are going through a weak economic period presently." “U.S. weakness is driven by credit problems”, tambahnya.
Beberapa jam sebelum Fisher berpidato, dari Benua Eropa telah diputuskan bahwa Bank of England (BOE) memangkas suku bunga acuannya sebesar 0.25% dalam mengatasi tekanan pelambatan belanja konsumen penurunan yang sangat tajam terhadap harga perumahan dalam satu dekade terakhir di Inggris.
Kesembilan anggota komite kebijakan moneter (Monetary Policy Committee – MPC), yang dipimpin oleh Gubernur Mervyn King memutuskan menurunkan tingkat suku bunga ke level 5.25%, langkah kedua dalam tiga bulan terakhir. Tindakan ini secara umum telah diprediksi oleh para ekonom dan pelaku pasar. Bank of England terlihat lebih kuatir dibandingkan Federal Reserve dari AS. King menyatakan bahwa Inggris harus menghadapi kesulitan dalam langkah penyeimbangan “difficult balancing act” dengan terdapatnya tekanan inflasi yang telah melaju di atas level target yakni sebesar 2%.
Ekonom dari Deutsche Bank AG di London menyatakan bahwa BOE masih akan memangkas lagi suku bunganya, namun seberapa besar dan cepatnya masih akan tergantung dari besaran dan perkembangan tingkat laju inflasi. (RISET-iwan)
Friday, February 08, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



