Wednesday, June 04, 2008

Market Review

Isyarat The Fed, Suku Bunga Tak Akan Dipangkas Lagi

Bursa Saham AS, Wall Street kembali ditutup melemah untuk dua sesi berturut-turut dini hari tadi, sektor perbankan dan energi sebagai pemicu. Saham perbankan jatuh karena spekulasi Lehman Brothers yang akan terpaksa mencari tambahan modal dan melemahnya sektor energi, tertekan karena turunnya harga minyak.

Indeks S&P 500 melemah 8,02 poin, atau 0,6%, menjadi 1.377,65. Indeks Dow Jones melemah 100,97, atau 0,8%, menjadi 12.402,85. Indeks Nasdaq melemah 11,05, atau 0,4%, menjadi 2.480,48.

Wall Street dibuka menguat setelah laporan yang menunjukkan factory orders meningkat 1,1% dan Ketua the Fed Ben Bernanke memprediksikan ekonomi akan tumbuh tanpa mendorong inflasi.

Ben S.Bernanke, dalam pidato teleconference pada sebuah konferensi moneter internasional di Spanyol, Bernanke mengisyaratkan bahwa penurunan tingkat suku bunga untuk sementara tidak akan dilakukan, prihatin terhadap laju inflasi yang ada saat ini.

Sejak akhir tahun 2007, serangkaian kebijakan penurunan suku bunga yang dilakukan bersamaan dengan dikeluarkannya paket stimulus ekonomi senilai 168 miliar dolar AS oleh The Fed yang ditujukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi telah berdampak ke melemahnya nilai dolar AS terhadap euro.

"Untuk saat ini kebijakan yang diambil The Fed nampaknya telah berada pada posisi yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menstabilkan harga barang-barang," kata Bernanke.

Sementara itu, berdasarkan survey Bloomberg terhadap 16 economist, 10 economist memperkirakan BI rate naik 50bp menjadi 8.75%, sedangkan sisanya memperkirakan BI rate akan naik 25bp menjadi 8.50%. Rencana kenaikan BI Rate yang akan dilakukan nanti (05/06), oleh sebagian analis dinilai justru kontraproduktif karena akan menambah beban sektor riil serta memberatkan pemerintah dan BI sendiri dalam membayar Surat Utang Negara dan Sertifikat Bank Indonesia. (bloomberg/reuters/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis