Inflasi Masih Mengintai Berbagai Bursa Global
Bursa Wall Street, Amerika Serikat, Jumat pekan lalu, ditutup beragam (mixed), dimana indeks Dow Jones Industrial Average turun 7,90 poin (0,06 persen) pada 12.638,32. Sedangkan indeks komposit Nasdaq berhasil naik 14,34 poin (0,57 persen) menjadi 2.522,66, demikian juga indeks S&P 500 bertamabah 2,12 poin (0,15 persen) ke posisi 1.400,38.
Secara keseluruhan, pekan lalu ketiga indikator Wall Street itu berhasil menguat dibanding pekan sebelumnya, seiring turunnya harga minyak mentah dari rekor tertingginya di 135 dollar AS per barrel, serta stabilnya dollar AS. Indeks Dow naik 1,27 persen, indeks S&P 500 bertambah 1,78 persen, serta indeks komposit Nasdaq meningkat 3,19 persen.
Untuk pekan ini, Wall Street menanti rilis berbagai data ekonomi, diantaranya belanja konstruksi April, penjualan kendaraan bermotor, pemesanan pabrik serta mengenai data pekerjaan (non farm payroll). Menurut analis, seperti dikutip Reuters, bila data mengenai pekerjaan serta data ekonomi lainnya, mengkonfirmasi data ekonomi pekan lalu yang dinilai cukup melegakan, serta harga minyak tidak kembali liar, maka pasar saham bisa melangkah di awal Juni ini dengan menguat. "Jika hal itu terjadi, maka para investor bisa memindahkan lebih banyak dana mereka kembali ke pasar saham," sebut analis.
Sementara itu, pelaku pasar di dalam negeri cenderung untuk lebih bersikap hati-hati sejak pekan lalu, menjelang pengumuman inflasi Mei. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan laju inflasi Mei, siang nanti, yang diperkirakan akan meningkat dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dari pasar uang, mata uang dollar AS diperkirakan untuk pekan ini masih dapat melanjutkan penguatannya -telah menguat 1.4% terhadap 6 mata uang utama pekan lalu- sejalan dengan berkurangnya tekanan resesi di Amerika Serikat serta ancaman inflasi yang kuat, walaupun bila terdapat rilis data ekonomi berupa tambahan pengangguran akan dapat menahan recovery yang sedang dialami mata uang negara perekonomian terbesar dunia tersebut. (reuters/iwan)
Monday, June 02, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



