Friday, May 30, 2008

Market Review

Jatuhnya Harga Minyak Bantu Bursa AS Menguat

Pergerakan bursa Wall Street di awal perdagangannya (29/05) cenderung mengalami pelemahan. Pelemahan ini tak lain dipicu oleh munculnya laporan bahwa klaim tingkat pengangguran di Amerika Serikat lebih besar dibandingkan ekpektasi para analis. Data dari Departemen Tenaga Kerja AS mengklaim bahwa tingkat pengangguran akan naik sebesar 370.000, sedangkan para analis memperkirakan bahwa klaim pengangguran hanya akan mencapai 350.000.

Namun, di akhir perdagangan, Wall Street dinihari tadi (30/05), ditutup menguat seiring melemahnya minyak mentah yang dipercaya akan berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan pagi ini menurut Reuters tercatat bahwa minyak mentah berada pada level 126.34 dollar AS per barel.

Dow Jones berakhir menguat 52.19 poin atau 0.14% ke level 12,646.22; indeks S&P 500 menguat 7.42 poin atau 0.53% ke level 1,398.26; sementara Nasdaq ditutup menanjak 21.62 poin atau 0,87% ke level 2,508.32.

Selanjutnya, pukul 01.30 wib dinihari tadi, para presiden Bank Sentral Amerika (The Fed) mendesak Gubernur The Fed Ben Bernake untuk menaikkan tingkat suku bunga cadangannya.

Para presiden The Fed yang memimpin di setiap wilayah AS beralasan, dengan tingkat suku bunga dua persen tidak mampu menangkal ancaman inflasi yang menjadi momok di setiap negara. "Ekspektasi inflasi terus memburuk. Saya akan mendorong untuk mengubah kebijakan moneter. Ini harus dilakukan, jika tidak kondisinya akan lebih buruk lagi," Federal Reserve Bank of Dallas President Richard Fisher, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (29/5/2008). (bloomberg/reuters/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis