Badai Subprime Mortgage Diharapkan Reda Tahun Ini
Pasar AS semalam libur, merayakan Memorial Day. Dan disela-sela merayakan liburan ada kabar baik, sebagian analis menyatakan bahwa krisis kredit perumahan di Amerika Serikat (AS) kemungkinan segera berakhir tahun ini.
Namun, kabar baik itu diikuti dengan kabar buruk yang tidak kalah hebatnya. Yakni, pertumbuhan ekonomi dan pengangguran masih akan menyisakan pekerjaan rumah yang berbuntut panjang.
Dua hal tersebut, merupakan hasil sebuah survei yang dirilis oleh National Association for Business Economics (NABE). Selain itu AS juga masih membutuhkan waktu untuk bangkit dari keterpurukan ekonominya.
"Meskipun krisis ini perlahan akan menghilang, proses kesembuhan ekonomi AS diprediksi hanya akan bergerak lamban," ucap Presiden NABE, yang sekaligus Chief Economist Ford Motor Co, seperti dikutip dari Associated Press (AP),
Menurut prediksi sejumlah ekonom tersebut, ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,4 persen pada tahun ini. Lebih lambat dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 2,2 persen dan juga prediksi Februari lalu, yang mematok 1,8 persen. Jika angka 1,4 persen itu terjadi, maka itu adalah persentase pertumbuhan terendah sejak resesi terakhir 2001.
Dengan kondisi seperti ini, perusahaan AS diingatkan untuk lebih bersikap berhati-hati dalam melakukan kebijakan pengeluaran dan memekerjakan pegawai.
Sementara itu, sembari Pemerintah AS mulai menata perekonomiannya, sebagian anak muda di negeri itu kesulitan menemukan pekerjaan pada musim panas tahun ini. Saking sulitnya, bahkan, The New York Times melaporkan, pasar tenaga kerja bagi anak-anak muda pada 2008 ini merupakan yang terburuk dalam rentang waktu lebih dari setengah abad.
Berdasar data yang dilansir Center for Labor Market Studies, hanya sekira sepertiga dari remaja berusia 16-19 tahun di AS yang dapat dipekerjakan musim panas ini. Jumlah tersebut adalah yang terkecil semenjak pemerintah program bekerja bagi anak-anak muda pada 1948. Sebagai perbandingan, sebanyak 45 persen remaja usia 16-19 tahun dipekerjakan pada tahun 2000 lalu.
"Ketika memasuki resesi, anak-anak selalu mendapatkan hantaman yang paling keras," kata Andrew Sum, ekonom pada Center for Labor Market Studies, seperti dilaporkan Senin (26/5/2008). (AP/NewYorkTimes/iwan)
Tuesday, May 27, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



