Luar biasa!! minyak tembus 134 dollar AS per barel
Minyak mentah tiada henti membuat rekor harga baru. Pada sesi perdagangan Rabu di New York (Kamis pagi WIB), harga emas hitam itu melambung lagi hingga menembus angka 134 dolar AS, dengan angka tertinggi 134,42 dolar AS per barel untuk pengiriman bulan Juli.
Harga baru tersebut dipicu oleh berbagai sebab. Pelemahan nilai dolar terhadap euro yang masih berlanjut hingga Rabu, menjadi salah satu biangkeroknya. Para investor lebih memilih komoditas laris seperti minyak untuk meng-hedge inflasi di AS dan lemahnya dolar.
Faktor lain adalah laporan Departemen Energi AS yang menyebut bahwa cadangan minyak mentah dan bensin di AS pada pekan lalu turun, yang melebihi 5 juta barel. Penurunan ini diluar perkiraan para analis.
Sementara itu, Indek Dow Jones pun ikut terpukul jatuh 201.19 point, atau 1.57 percent, ke level 12,627.49, membuat dalam dua hari Dow Jones terkoreksi 400 points. Sementara indek Standard & Poor's 500 jatuh 17.71 point, atau 1.25 percent, ke level 1,395.69, Nasdaq jatuh 36.17, atau 1.45 percent, ke level 2,456.09.
Kenaikan harga komoditi menjadi sumber kekhawatiran investor, perusahaan–perusahaan ritel dan penyalur kredit melihat bahwa konsumen mengurangi pembelanjaan mereka, termasuk untuk kebutuhan sandang dan perhiasan, dengan motif untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok lainnya
Selanjutnya, The Fed semalam juga telah mengumumkan laporan dari pertemuan mereka bulan lalu yang mengisyaratkan bahwa bank Sentral dalam waktu dekat akan menjalankan dua prioritas utama yaitu, memastikan pertumbuhan ekonomi, dan menjaga laju inflasi -- melalui kebijaksanaan moneternya.
Dari pasar uang, Dolar AS kembali terpuruk atas mata uang lainnya sementara harga emas menguat kembali.
Bursa lain dunia, kemarin, Indeks Nikkei jatuh 1.65 percent. Indeks FTSE menguat tipis 0.10 percent, Indeks DAX jatuh 1.09 percent dan indeks CAC 40 jatuh 0.54 percent. (AP/iwan)
Thursday, May 22, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



