Friday, May 16, 2008

Market Review

Lesunya Greenback Picu Kenaikan Harga Komoditas

Harga minyak melonjak hampir 2 dolar AS per barrel Kamis (15/5) di saat nilai dolar AS melemah terhadap beberapa major currencies, terutama jika dibanding dengan euro. Lonjakan ini berlangsung saat investor mengantisipasi menguatnya permintaan bahan bakar solar di beberapa wilayah China yang diguncang oleh berkekuatan 7,8 skala Richter, Senin lalu (12/5).

Lesunya nilai dolar AS dalam waktu yang cukup lama telah menjadi salah satu faktor pendukung rekor kenaikan harga minyak dunia belakangan. Sebagian besar investor mengalihkan investasinya ke komoditas seperti minyak dan emas sebagai penahan inflasi pada saat lesunya nilai dolar AS.

Sedang dari Bursa Wall Street tercatat, Dow Jones menguat 94.28 poin atau 0.73% ke level 12,992.66; indeks S&P 500 menguat 14.91 poin atau 1.06% ke level 1,423.57; sementara Nasdaq ditutup menguat 37.03 poin atau 1.48% ke level 2,533.73. Indeks S&P dan Nasdaq ditutup pada level tertingginya sejak Januari.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh Bloomberg, Wall Street semalam sempat tertahan melemah, akibat munculnya laporan data ekonomi yang menyebutkan bahwa tingkat pengangguran di Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 6000. Sehingga total tingkat pengangguran di AS mencapai 371.000 orang, lebih besar dibandingkan dengan prediksi para analis yang mencapai 370.000 orang.

Selain mengenai munculnya laporan meningkatnya jumlah pengangguran, sentimen negatif juga diterima dari berita yang menyebutkan bahwa Gubernur The Fed, Bernanke akan memberi pernyataan mengenai dampak penurunan tingkat suku bunga yang dilakukan pada minggu lalu, mencapai 2%.

Rilis data dari Badan Pusat Statistik, Indonesia, kemarin juga mengumumkan, bahwa jumlah penganggur pada Februari 2008 sebesar 9,43 juta orang, berkurang 584.000 dibandingkan Agustus 2007 atau berkurang 1,12 juta orang dibandingkan jumlah penganggur pada Februari 2007 yang mencapai 10,55 juta orang. (iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis