Bursa AS Terseret Laporan Penjualan Ritel
Harga saham di bursa Wall Street, New York, merosot setelah dikeluarkannya laporan tentang penjualan ritel, yang anjlok pada bulan kejadian April 2008. Kalangan investor agaknya masih tetap khawatir dengan tingginya harga pangan dan bahan bakar yang dapat memperlemah pengeluaran konsumen hingga mencapai lebih dari dua pertiga komposisi ekonomi AS.
Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel merosot untuk bulan fiskal April lalu. Kenyataan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan tenggelamnya AS ke dalam resesi.
Dalam sesi penutupan transaksi di Wall Street, Rabu dinihari (14/5), indeks industri Dow Jones merosot 44,13 poin, atau 0,34 persen, serta berada di posisi 12.832,18, NASDAQ menguat 6.63 poin, atau 0.27 persen, di posisi 2.495,12; sedangkan S&P500 melemah 0.54 poin, atau 0.04 persen.
Sementara di bursa komoditas New York Mercantile Exchange (NYME), harga minyak dunia meningkat setelah sempat berada di bawah 124 dolar AS per barrel akibat aksi profit-taking. Harga minyak mentah light sweet naik 11 sen serta berada pada 124,34 dolar AS per barrel.
Sedangkan menurut Antara, tercatat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa ditutup 2.418,900 poin, menguat 40,897 poin atau 1,72 persen dibanding Senin (12/5) pada level 2.378,003 poin, pun didorong turunnya harga minyak di pasar internasional.
Secara keseluruhan sentimen pasar regional terangkat seiring munculnya optimisme baru bahwa harga minyak kemungkinan akan tertahan pada kisaran 120 dolar AS per barel. Padahal sebelumnya sejumlah pihak mengkhawatirkan bahwa harga emas hitam tersebut bisa mencapai 150 dolar AS per barel.
Selain IHSG di BEI, indeks saham di Hang Seng di Bursa saham Hongkong pada penutupan perdagangan Selasa (13/5) naik 489 poin menjadi 25.552 poin, indeks Nikkei di Bursa Tokyo naik 210 poin ke posisi 13.953 poin, dan indeks Straits Times melonjak 23 poin menjadi 3.203 poin. (reuters/antara/iwan)
Wednesday, May 14, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



