Wall Street Menguat Dipicu Pelemahan Minyak
Bursa Wall Street mengawali perdagangan minggu ini ditutup naik, terjadi setelah Dollar AS menguat sehingga harga minyak terkoreksi. Penguatan Dolar ini membuat perekonomian kembali mendingin setelah sempat terguncang atas laju angka inflasi dan kenaikan harga minyak yang makin membumbung tinggi.
Seluruh indeks utama AS ditutup menguat -Senin waktu setempat atau Selasa pagi WIB- di atas 1%: Dow Jones ditutup menguat 130.43 poin atau 1.02% ke level 12,876.31; indeks S&P 500 menanjak15.30 poin atau 1.10% ke level 1,403.58 dan Nasdaq melonjak 42.97 poin atau 1.76% ke level 2,488.49.
Sementara di pasar uang, Dollar AS menguat atas beberapa nilai mata uang lainnya sehingga turut membantu meredam gejolak inflasi. Melemahnya Dolar AS beberapa waktu lalu membuat harga barang-barang komoditi naik seperti minyak. Melemahnya Dolar makin membuat minyak menjadi lebih menarik sebagai instrumen investasi pelindung inflasi.
Pasar turut teredam dengan menurunnya harga minyak, yang terkoreksi hingga ke harga 124.23 dollar AS per barrel di penutupan bursa NYMEX, dinihari tadi. Sebelumnya minyak sempat menyentuh level 126.40 dollar AS per barrel.
Menurut Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase & Co seperti dikutip dari Reuters, menyatakan bahwa diperkirakan saat ini sudah 75% persoalan krisis kredit telah teratasi, meski demikian resesi memang baru dimulai.
“Kenaikan saat ini mencerminkan bahwa investor masih berkeinginan untuk melakukan pembelian meskipun sebagian pengamat walll Street melihat bahwa fluktuasi pasar modal disana masih belum mencerminkan arah perekonomian AS sebenarnya” imbuh Dimon.
Dimon juga menambahkan, “Kenaikan sekarang lebih merupakan faktor teknikal setelah terkoreksi dimana banyak saham yang jatuh kemudian di beli kembali oleh sebagian investor”.
Selanjutnya, Pemerintah Indonesia dinilai lamban dalam mengambil kebijakan bahan bakar minyak untuk mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Akibatnya, tindakan spekulasi tak terbendung. Selain penimbunan BBM, unjuk rasa kini merebak di berbagai kota di Tanah Air. (reuters/antara/iwan)
Tuesday, May 13, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



