Monday, May 12, 2008

Market Review

Bursa AS ditutup jatuh, AIG merugi dan Minyak melejit lagi

Penutupan perdagangan akhir pekan lalu di bursa AS berada di area negative, dimana kenaikan harga minyak yang menembus level $ 126 per barel serta kerugian yang diderita oleh AIG membuat khawatir investor. Sehingga akhirnya Indeks Dow Jones terkoreksi 120.90 points atau turun 0,94 persen di harga 12,745.88. Indek Nasdaq jatuh 5.72 points atau turun 0,23 persen di level 2,445.52. Indeks S&P 500 jatuh 9.40 points atau 0,67 persen ke level 1,388.28.

Dengan kerugian yang diderita mencapai 7.82 billion Dolar AS, AIG memerlukan dana sekitar 12.5 billion untuk menutup target keuntungan tahun ini. Kerugian ini sebelumnya tidak diperkirakan, dalam jangka pendek akan sulit menyatakan bahwa laporan keuangan mereka baik.

Sementara itu, minyak, kembali menembus ke level tertingginya di $ 126 per barel untuk pertama kalinya di bursa NYMEX. Kenaikan ini dipengaruhi kekhawatiran akan cadangan minyak yang menurun akibat gangguan suplai atas kondisi keamanan di Nigeria, Irak, geopolitik di Iran dan Venezuela serta cuaca yang sering badai di teluk Mexico. Tingginya harga minyak, akan membuat konsumen mengurangi konsumsi yang pada akhirnya akan semakin memberikan tekanan terhadap ekonomi AS yang sudah melambat.

Dari data ekonomi pekan lalu, dinyatakan bahwa neraca perdagangan AS yang defisit mengalami pengurangan di bulan Maret ini lebih rendah dari perkiraan dibanding bulan Februari, dimana nilai ekspor menguat akibat melemahnya Dolar AS serta nilai impor yang menurun khususnya minyak. Hal ini memberikan sedikit harapan bahwa akan ada revisi GDP kuartal pertama, dimana sebelumnya diperkirakan akan tumbuh 0,6 persen pertahun saja.

Sementara itu, dari pasar komoditas, tercatat bahwa harga kopi internasional mulai tidak bersahabat dengan harapan pengekspor Indonesia, setelah turun drastis sejak sebulan terakhir di pasar London untuk kopi robusta dan di pasar New York untuk kopi arabika.

Pengekspor berharap harga kopi internasional pada tahun ini tetap tinggi. Hal ini berlandaskan asumsi produksi kopi di Brasil, yang merupakan negara penghasil terbesar, tidak mengalami lonjakan atau di bawah 50 juta karung (3 juta ton). (reuters/bloomberg/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis