Thursday, May 08, 2008

Market Review

Wall Street Jatuh, Harga Minyak Sudah Diatas 123 Dollar AS

Saham-saham di Wall Street jatuh pada Rabu (7/5) waktu setempat atau Kamis (8/5) pagi WIB, karena harga minyak mentah melambung ke rekor puncak baru di atas 123 dollar AS per barel, memperbaharu kekhawatiran tentang tekanan inflasi.

Kenaikan harga minyak, dikutip dari Antara, dapat menghambat pertumbuhan ekonomi AS melalui tekanan konsumen dan margin laba perusahaan-perusahaan truk, perusahaan penerbangan dan perusahaan lainnya yang sangat tergantung pada pasokan bahan bakar minyak, kata para pedagang.

Indeks Dow Jones Industrial Average dari saham-saham blue chips ditutup turun 206,48 poin atau 1,59 persen pada 12.814,35, Dow kembali di bawah 13.000 poin.

Indeks komposit Nasdaq berakhir turun 44,82 poin atau 1,80 persen pada 2.438,49 sementara indeks Standard & Poor’s 500 jatuh 25,69 poin atau 1,81 persen menjadi ditutup pada 1.392,57.

Saham-saham lunglai karena harga minyak meroket. Kontrak berjangka minyak utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juni, ditutup pada sebuah rekor 123,53 dollar AS per barel, setelah menyentuh puncak tertinggi perdagangan harian 123,80 dollar AS. Kontrak terangkat 1,69 dollar AS dibandingkan harga penutupan Selasa.

Beberapa ekonom mencemaskan kenaikan harga minyak dapat memangkas pertumbuhan ekonomi AS. Amerika adalah importir minyak terbesar dunia, yang telah terancam oleh kemerosotan berkepanjangan pasar perumahan dan pembekuan kredit.

Dua laporan ekonomi akan diumumkan hari ini, yang akan memberikan gambaran sekilas pada sektor pasar tenaga kerja dan wholesales inventories di AS.Diperkirakan ada sedikit penurunan, yakni dari 380.000 minggu lalu menjadi 375.000 pada minggu ini. Sedangkan, laporan wholesales periode Maret juga dirilis. Diprediksi persediaan menurun menjadi 0.5 %, dibanding bulan Februari lalu yang mencapai 1.1 %. reuters/bloomberg/antara/iwan

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis