Sektor Finansial angkat Bursa AS
Bursa Wall Street ditutup menguat, meski minyak naik mendekati harga 123 dollar AS per barel pada perdagangan dinihari tadi. Di bursa NYMEX, minyak ditutup pada harga mendekati 123 dollar AS per barel, atau melonjak dua kali lipat dari harga tahun lalu.
Melemahnya Dolar AS, gangguan suplai, dan prediksi dari Goldman Sachs & Co. yang menyatakan bahwa minyak bisa menembus harga 200 dollar AS per barel menjadi kombinasi atas meroketnya harga minyak. Akibat kenaikan harga minyak saat ini, menimbulkan ancaman baru bagi tingkat belanja masyarakat AS.
Harga saham Fannie Mae meningkat setelah keluar keputusan regulator yang memungkinkan perusahaan mortgage-finance terbesar itu membeli lebih banyak kredit rumah.
Sedangkan CEO Yahoo! Inc Jerry Yang berjanji untuk mempertimbangkan kembali tawaran akuisisi dari Microsoft Corp atau mungkin ke penawar lain yang bisa memberikan harga bagus, setelah menuai protes dari investor akibat jatuhnya saham Yahoo! Di bursa Senin lalu, sebesar 15%.
Indeks Dow Jones menguat 51.29 poin atau 0.40% ke level 13,020.83; S&P 500 menguat 10.77 poin atau 0.77% ke level 1,418.26; dan Nasdaq Composite Index menguat 19.19 poin atau 0.78% ke level 2,483.31.
Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Selasa (6/5), memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 8,25 persen. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan perkembangan dan prospek ekonomi global, regional, dan domestik.
“Pemerintah Indonesia juga berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak, akibat gejolak kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di atas 120 dolar AS per barel. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang fantastis mengakibatkan defisit anggaran pemerintah semakin membengkak”, kata Pengamat perbankan, Kostaman Thayib diungkapkan pada Antara Selasa siang (6/5) lalu. reuters/bloomberg/antara/iwan
Wednesday, May 07, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



