Monday, May 05, 2008

Market Review

Wall Street pekan ini diperkirakan bisa kembali menguat

Pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menembus level psikologis 13.000 dan indeks indeks Standard & Poor's 500 melewati level 1.400. Pada penutupan Jumat (2/5), Dow naik 48,20 poin (0,37 persen) ke 13.058,20. Indeks S&P 500 menguat 4,56 poin (0,32 persen) menjadi 1.413,90, Sedangkan indeks Nasdaq turun 3,72 poin (0,15 persen) ke 2.476,99. Secara keseluruhan pekan lalu Dow naik 1,29 persen, Nasdaq menguat 2,23 persen dan S&P 500 naik 1,15 persen.

Beberapa data ekonomi pekan lalu juga, termasuk data upah April, berhasil menggerus kekhawatiran pasar terhadap perekonomian AS. Pasar juga didorong oleh pemangkasan suku bunga the Fed, serta turunnya harga komoditas seiring dengan menguatnya dollar AS.

Sementara di bursa Amerika Serikat, Wall Street pekan ini diperkirakan bisa kembali menguat, jika data ekonomi AS, menunjukkan pelambanan ekonomi AS tidak sedahsyat yang diperkirakan. Laporan data ekonomi yang akan keluar pekan ini, antara lain dari sektor jasa, perumahan dan produksivitas. Selain itu pasar juga menanti pidato Ketua the Fed, Ben Bernanke mengenai masalah kredit perumahan. Investor juga masih menanti laporan kinerja emiten, seperti Cisco, Fannie Mae, D.R. Horton Inc, WaltDisney Co dan American International Group. "Masih diperlukan bukti lebih lanjut, baik data ekonomi maupun laporan keuangan yang terus menguat, untuk dapat naik lagi ke level yang siginifikan," kata Michael James, senior trader di regional investment bank Wedbush Morgan Los Angeles, seperti dikutip Reuters.

Di Hong Kong, pekan ini dikhawatirkan akan terjadi koreksi setelah pada pekan lalu indeks Hang Seng meloncat 724,24 poin (2,8 persen) ke posisi 26.241,02. Menurut Peter Lai, sales director DBS Vicker seperti dikutip AFP, peningkatan indeks lebih dari 3000 poin dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan beberapa harga saham overprice.

Sedangkan pekan ini dari dalam negeri, pasar menunggu kebijakan Bank Indonesia terhadap BI Rate, seiring dengan angka inflasi yang tahun kalender yang sudah mencapai 4,01 persen. Asumsi inflasi dalam APBNP 2008 ditetapkan sebesar 6,5 persen. Selain itu, pasar juga kembali berharap besar kepada sentimen bursa global. (reuters/antara/ap/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis