Friday, May 02, 2008

Market Review

The Fed tak ada kepentingan lanjutkan penurunan bunga

Terjawab sudah, pertanyaan mendasar dari pasar sesaat kemarin ketika The Fed mengambil kebijaksanaan memangkas suku bunga. Kemarin, Investor dan spekulan maupun para trader kembali menantikan langkah lanjutan dari The Fed perihal bunga, diturunkan lagi atau perlu upaya lain dalam mengatasi inflasi.

"Tak ada kepentingan," kata David Resler, dari Nomura Securities International di New York, seperti dikutip Bloomberg. "Sangat jelas bahwa mereka percaya dengan kebijakannya dapat mengatasi resesi ekonomi yang dalam."

Chairman Fed, Ben S. Bernanke, beserta Tim, berusaha keras dengan kebijakan moneternya guna mengatasi inflasi yang didorong oleh tingginya harga minyak dunia. Bank sentral AS akan berupaya menenangkan pasar keuangan yang bergejolak, dengan cara memperlebar besaran lelang bank komersial.

Di bulan Maret, Fed memulai mengguyur likuiditas ke perusahaan-perusahaan sekuritas di Wall Street dengan potongan bunga, saat ini pada level 2,25%, pada Saat membantu Bear Stearnts Cos. dari kebangkrutan akibat menyalurkan kredit perumahan sejak 1930. Fed juga mulai menawarkan US$200 miliar pinjaman dari surat berharga.

Semalam, ketiga indeks utama ditutup di level tertinggi sejak pertengahan Januari seiring dengan optimisme masyarakat bahwa sektor kredit AS sudah mulai stabil. Kepercayaan diri investor sudah mulai timbul sejak The Fed kemarin kembali memangkas suku bunga dan mengindikasikan bahwa mereka tidak akan kembali memangkasnya dalam waktu dekat.

Departmen perdagangan AS menyatakan, belanja konsumen Maret naik 0,4 persen, lebih dari yang diperkirakan. Belanja konsumen meningkat karena tingginya harga energi dan makanan. ISM juga menyebutkan adanya indikasi. Sedangkan Institute for Supply Management melaporkan adanya indikasi perusahaan-perusahaan terkena oleh naiknya harga-harga.

Indeks Dow Jones menguat 189.97 poin atau 1.48% ke level 13,010.00; Indeks S&P 500 menguat 23.75 poin atau 1.71% ke level 1,409.34; dan Nasdaq Composite menguat 67.91 poin atau 2.81% ke level 2,480.71. Sedangkan di pasar uang, dollar AS menguat ke level tertingginya dalam tujuh minggu terhadap berbagai mata uang utama sehingga memicu pelemahan harga minyak. (bloomberg/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis