Tunggu The Fed, Saham AS cenderung flat
Saham AS sedikit berubah dini hari tadi, setelah kesepakatan akusisi berhasil mengangkat sentimen pasar. Sebelumnya, Bursa sempat tertekan karena jatuhnya sektor keuangan dan pernyataan dari Warren Buffet kepada stasiun TV CNBC bahwa AS sedang menuju resesi dalam dan panjang.
Namun, Buffet juga berjasa mengangkat pasar setelah adanya kesepakatan akusisi antara Mars Inc, produsen permen merek M&M, yang mengajukan tawaran ke Wm Wrigley Jr. Co., produsen permen karet terbesar dunia.
Indeks Dow Jones melemah 20,11 poin, atau 0,16%, menjadi 12.871,75. Indeks S&P 500 melemah 1,47 poin, atau 0,11%, menjadi 1.396,37. Indeks Nasdaq menguat 1,47 poin, atau 0,06%, menjadi 2.424,40.
Pasar dinihari tadi terbilang agak sepi, dengan volume hanya 1.21 miliar lembar saham, padahal rata-ratanya tahun lalu adalah 1.90 miliar. Begitu pula dengan Nasdaq, hanya 1.78 miliar lembar saham yang diperdagangkan, padahal rata-rata tahun lalu adalah 2.17 miliar lembar saham. Investor sepertinya masih wait and see dalam menunggu kebijakan suku bunga The Fed minggu ini, Rabu (Kamis dini hari WIB), The Fed diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 bps.
Sementara itu menurut JPMorgan Chase & Co, diperkirakan bahwa para pejabat bank sentral di Indonesia, Filipina dan Thailand akan segera menaikkan tingkat suku bunga tahun ini karena lonjakan harga minyak mentah dan komoditas menyebabkan inflasi.
Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga patokannya sejak Desember, sementara Bank of Thailand menempuh kebijakan suku bunga terakhir kali pada Juli. Kedua bank sentral itu diduga akan menaikkan biaya pinjaman pada paruh kedua tahun ini, sedangkan Filipina diperkirakan akan menaikkan suku bunganya pada triwulan ini, seperti yang dikutip dari ekonom JPMorgan Sin Beng Ong dalam laporannya yang dipublikasikan 25 April lalu.
Para pejabat bank sentral di Asia, tengah menyeimbangkan ancaman pelambatan ekonomi terhadap indikasi percepatan inflasi. Kenaikan harga sejumlah komoditas diduga mereda tahun ini di tengah perkiraan pelambatan permintaan global, yang diterjemahkan sebagai menurunnya tekanan inflasi pada semester kedua 2008, imbuh Ong. (reuters/bloomberg/jp morgan journal/iwan)
Tuesday, April 29, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



