Friday, April 18, 2008

Market Review

Wall Street Ditutup Mixed

Wall Street ditutup bervariasi hari ini (18/04) setelah beberapa hasil pendapatan perusahaan yang tidak terlalu bagus membuat investor khawatir untuk membeli saham.untuk kembali memangkas suku bunganya dalam agenda pertemuan bulan ini.

Harga saham Pfizer, produsen obat terbesar di dunia, merosot ke titik terendah dalam 10 tahun karena persaingan obat generik yang mengurangi keuntungan. Motorola Inc, produsen ponsel terbesar di AS, mencatat penurunan harga saham terendah dalam seminggu tertekan pengurangan profit akibat persaingan dengan Nokia. IBM mengalami kenaikan harga tertinggi sejak 2002 setelah perusahaan itu menyebutkan pendapatannya tahun ini akan melampaui estimasi sebelumnya.

Kekecewaan terhadap data ekonomi menambah kegamangan pasar sehari setelah raly besar. Pasar semakin gamang setelah the Fed Philadelphia mengatakan sektor manufakturnya melambat di April. Indeks aktifitas manufaktur turun menjadi -24,9 dari -17,4 di Maret.

Survei menemukan kebanyakan eksekutif sektor manufaktur dalam keadaan “cautiously optimistic” terhadap aktifitas di masa depan, namun laporan tingginya klaim penganggutan memicu kekhawatiran terjadinya resesi di pasar.

Merill Lynch & Co. melaporkan loss kwartal pertama senilai $2,14 miliar, angka ini lebih besar dari perkiraan analis. Loss ini terjadi setelah perusahaan itu mengalami kerugian dari segi nilai asset terkait subprime mortgage dan kredit macet. Perusahaan itu juga mengungkapkan akan memangkas 3.000 lebih pekerjaan, menjadi total 4.000 diakhirnya.

Dow Jones industrial average sedikit berubah, menguat 1,22 persen atau 0,01 persen menjadi 12.620,49. Standard & Poor’s 500 menguat 0,85 atau 0,06 persen menjadi 1.365,56 sementara Nasdaq Composite Index melemah 8,28 atau 0,35 persen menjadi 2.341,83.

Minyak ditutup capai rekor 115.54 dollar per barrel, namun minyak mentah turun 7 sen dibanding penutupan kemarin dan ditutup pada $114,86 per barrel di NYME. Emas turun sementara dolar secara umum menguat terhadap major currencies. (iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis