Thursday, April 10, 2008

Market Review

Wall St Dropped vs. Up Minyak Mentah

Saham-saham di Wall Street berakhir melemah, Rabu 9/4 (Kamis 10/4 pagi WIB), karena para investor kecewa terhadap laba emiten perusahaan raksasa jasa pengiriman UPS yang menurunkan ekspektasi labanya untuk kuartal pertama.

United Parcel Service, Inc (UPS), seperti dikutip dari Reuters, mengumumkan penurunan ekspektasi labanya pada Selasa (8/4). Dimana pada Senin (7/4) lalu, grup alumunium Alcoa membuat kekecewaan perihal labanya. Saham UPS, di bursa, ditutup turun 3,7 persen pada 70,57 dollar.

UPS menurunkan perkiraan labanya untuk kuartal pertama menjadi antara 86 dan 87 sen per saham dari sebelumnya 94 hingga 98 sen. "Ekonomi AS terus melemah, mengakibatkan penurunann volume paket domestik dan beralih dari produk-produk premium. Kenaikan biaya bahan bakar minyak yang signifikan dalam kuartal pertama juga memberikan kontribusi terhadap lebih rendahnya dari perkiraan hasil kuartal tersebut," kata UPS.

Sementara itu, Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 49,18 poin atau 0,39 persen pada 12.527,26. Indeks komposit Nasdaq turun 26,64 poin atau 1,13 persen menjadi 2.322,12. Lalu, indeks Standard & Poor’s 500 ditutup turun 11,05 poin atau 0,81 persen pada 1.354,49.

Semalam, Departemen energi (DoE) AS mengatakan dalam laporannya, bahwa cadangan energinya di Amerika Serikat telah turun dalam sepekan yang berakhir 4 April. Stok minyak mentah menyusut 3,2 juta barel dan cangan bensin turun 3,4 juta barel, kata DoE. Keduanya turun lebih besar dari perkiraan para analis.

Harga minyak melambung ke rekor tertinggi baru, Rabu (Kamis 10/4 pagi WIB), di tengah berita tak terduga penurunan tajam cadangan energi AS dan penurunan lebih lanjut nilai dollar AS. Sedangkan kontrak utama New York minyak mentah jenis "light sweet" untuk pengiriman Mei melonjak 2,37 dollar AS menjadi ditutup pada 110,87 dollar AS per barel, setelah menyentuh rekor harian tertinggi 112,21 dollar AS per barrel. (Reuters/Antara/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis