Tuesday, April 08, 2008

Market Review

Wall Street Flat; Injeksi Dana dari Washington Mutual Inc.

Pasar modal AS, Wall Street, dalam penutupan perdagangan di awal pekan ini terpantau hanya bergerak tipis, cenderung flat. Tipisnya perdagangan semalam seiring dengan naiknya harga minyak mentah dunia (crude oil) serta berbagai komoditas lainnya, terutama emas.

Crude Oil ditutup naik sebesar 3% pada sesi perdagangan AS, turut mengangkat berbagai komoditi metal lainnya. Soft commodities seperti coklat (cocoa; COC/N), kopi (coffee; COF/N), kapas (cotton; COT/N), dan gula (sugar; SUG/N) juga ditutup naik.

Mayoritas berbagai saham yang diperdagangkan kemarin (07/04) ditutup naik, dimotori oleh saham-saham dari sektor finansial. Ada agenda penting yang terpantau kemarin, Washington Mutual (WM.N), mendapat dana segar sebesar 5 milyar dollar AS untuk meredam krisis yang mendera.

Suntikan dana segar tersebut membawa perubahan berarti. Terpantau, Indeks S&P 500 menguat 2.14 poin atau 0.2% ke level 1,372.54. Dow Average menanjak 3.01 poin atau 0.02% ke level 12,612.43. Sementara Nasdaq naik 6.15 poin atau 0.3% ke level 2,364.83. Dan saham Washington Mutual ditutup naik 29%.

Sedangkan dari dalam negeri menurut Antara, Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah, menilai sampai akhir 2007 perekonomian Indonesia mengalami pengokohan daya tahan yang lebih kuat.

Sayangnya, dalam tiga bulan pertama 2008, perekonomian Indonesia dihadapkan pada risiko gejolak ekonomi global yang sulit dikendalikan. Krisis sistem keuangan yang sedang melanda negara ekonomi maju, sedikit banyaknya menurunkan kepercayaan para pemodal di pasar keuangan global terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional.

Para pemodal cenderung bersikap ekstra hati-hati, sehingga memicu terjadinya penciutan aliran kredit dalam sistem keuangan global. Menurut dia, kondisi itu mengakibatkan tertahannya aliran modal yang akan masuk ke Indonesia dan semakin besarnya potensi arus pembalikan modal. (REUTERS/ANTARA/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis