Monday, April 07, 2008

Market Review

Wall Street Mixed; Sentimen Negatif Lonjakan Pengangguran dan Rally Komoditas

Penutupan akhir pekan lalu Wall Street terpantau (05/04) kembali dihantui oleh sentimen negatif akibat lonjakan pada tingkat pengangguran dan buruknya outlook sektor perbankan. Namun, rally yang terjadi pada produsen komoditas bisa menahan laju pelemahan sehingga indeks S&P dan Nasdaq berhasil mencatatkan gain.

Di awal perdagangan, bursa terpantau gap down akibat rilis data dari pemerintah yang menyatakan bahwa non farm-payroll menurun 80,000 pada bulan Maret ini dan tingkat pengangguran juga melonjak ke angka 5.1% dibandingkan sebelumnya 4.8%. Padahal, menurut estimasi analis, payroll akan melemah 50,000 dan pengangguran naik 5%. Sehingga, rilis data yang di bawah estimasi pasar ini cukup menimbulkan tekanan bagi bursa.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, rata-rata pengangguran pada kuarter pertama tahun ini sudah mencapai 77.000/bulan, atau lebih besar dibandingkan dengan rata-rata pengangguran kuarter keempat tahun 2007 yang mencapai 76.000.

Indeks S&P 500 menguat 1.09 poin atau 0.1% ke level 1,370.4 setelah usebelumnya sempat anjlok 0.5% menyusul laporan pemerintah bahwa payroll kembali anjlok untuk bulan ketiga berturut-turut. Dow Jones ditutup merah, melemah 16.61 poin atau 0.1% ke level 12,609.42. Sementara Nasdaq Composite Index menguat 7.68 poin atau 0.3% ke level 2,370.98.

Menguatnya harga minyak NYMEX untuk kontrak Mei semalam ke level $106.23 per barrel memicu rally pada saham-saham komoditas. Fokus pasar lainnya adalah Keefe, Bruyette & Woods dalam risetnya menyatakan bahwa tingginya kerugian kredit akan menghasilkan angka kerugian yang tidak terduga sehingga berpotensi mencederai pendapatan pada 2009. JPMorgan yang memangkas estimasi pendapatan 2008 dan menyatakan kemungkinan writedown lanjutan senilai $5.4 miliar dari Bank of America juga menimbulkan tekanan pada saham finansial. (Bloomberg/Reuters/Iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis