Friday, April 04, 2008

Market Review

Penguatan Indeks di Wall Street Berlanjut

Bursa Wall Street pada perdagangan semalam (04/04) berhasil ditutup menguat seiring rally pada produsen komoditas dan jaminan dari Merrill Lynch bahwa mereka memiliki permodalan yang cukup tangguh untuk mengatasi kerugian kredit. Sentimen positif tersebut berhasil mengalahkan sentimen negatif yang berasal dari meningkatnya klaim pengangguran dan delinquency (tunggakan) pinjaman.

Indeks S&P menguat 1.78 poin atau 0.1% ke level 1,369.31, berhasil recover dari kerugian kemarin dan minggu ini sudah naik 4.1%. Dow Jones meningkat 20.2 poin atau 0.2% ke level 12,626.03. Sementara itu Nasdaq Composite juga menanjak 1.9 poin atau 0.1% ke level 2,363.3.

Pasar telah bergerak cenderung turun setelah departemen tenaga kerja mengatakan klaim pengangguran naik lebih buruk dari yang diperkirakan 407.000 pada pekan lalu. Ini memberikan kesan laporan pasar kerja yang akan dirilis Jumat naik atau turun, dapat lebih buruk dari yang dikhawatirkan dan dapat berarti secara keseluruhan ekonomi menuju ke arah penurunan yang dalam. "Ini adalah indikator utama dari kedalaman dan durasi resesi, yang dimulai Desember," kata ekonom Peter Morici dari University of Maryland. "Jika payroll (daftar gaji) pekerjaan turun untuk kali ketiga bulan berturut-turut, tak disangkal keras bahwa ekonomi telah memasuki sebuah resesi dengan durasi dan kedalamam yang tak diketahui."

Sementara laporan lain, menunjukkan sektor jasa ekonomi AS lebih baik dari yang diperkirakan. Indeks bisnis manufaktur The Institute for Supply Management, naik menjadi 49,6, naik dari 49,3 yang dilaporkan pada Februari. Di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan sektor tersebut, sementara di bawah 50 berarti kontraksi.

Sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan kemarin sore ditutup anjlok 104,22 poin atau 4,45% ke level 2.237,97. Sejumlah saham papan atas tergerus mengakibatkan indeks turun ke posisi terendah dalam enam bulan terakhir. Masih terkait dengan spekulasi tingkat inflasi yang tinggi, diindikasikan akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi nasional. (Bloomberg/Reuters/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis