Wall Street Ditutup Melemah; Pidato Bernanke dan Laporan IMF Mensinyalkan Resesi Global
Bursa Wall Street malam ini (03/04) terpantau mencatatkan kerugian yang pertama dalam tiga hari terakhir menyusul pidato Chairman Federal Reserve Ben S. Bernanke yang menyatakan bahwa AS mungkin sedang berada dalam resesi. Indeks S&P melemah 2.65 poin atau 0.2% ke level1,367.53. Dow Jones turun 45.44 poin atau 0.4% ke level 12,609.92. Sementara Nasdaq juga merugi 1.35 poin atau 0.1% ke level 2,361.4.
Selanjutnya, dalam laporan terpisah Dana Moneter Internasinal (IMF) meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2008 mempunyai permutasi 25% memasuki krisis ekonomi dan resesi, mungkin menjadi yang terburuk sejak Great Depression 1930 yang melanda Amerika Serikat. Ramalan tersebut terungkap dalam dokumen "IMF Background Paper on the Update of the Global and Regional Outlook". IMF juga menurunkan kembali prediksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,7%.
Pernyataan tersebut merupakan kali ketiga IMF meramalkan nilai pertumbuhan ekonomi dunia. Pada bulan Juli mereka meramalkan pertumbuhan 5,2%, dan Januari lalu mereka mengumumkan bahwa pertumbuhan dapat mencapai angka 4,1%. Dokumen itu dipublikasikan lewat pertemuan pejabat finanansial Departemen Keuangan dan pejabat bank sentral se-Asia Tenggara di Da Nang, Vietnam.
IMF juga menurunkan ramalan pertumbuhan ekonomi AS menjadi 0,5%, setelah pada Januari lalu angka yang diumumkan adalah 1,5%. Termasuk pertumbuhan ekonomi Eropa diturunkan menjadi 1,3%, di bawah angka 1,6% yang diramalkan sebelumnya. Di Asia, ekonomi China diprediksikan tumbuh 9,3%, sedangkan Jepang 1,4%. Sementara khusus Asia, selain Jepang, pertumbuhan ekonominya diramalkan akan mencapai angka 7,6%, di bawah angka 8,2% yang diumumkan pada bulan September lalu.
Krisis yang terjadi sejak Agustus lalu ini juga mempengaruhi kondisi dolar yang makin melemah, dan justru berkebalikan dengan nilai-nilai mata uang yang lebih mengambang, seperti Dolar Kanada dan Euro. (RISET-iwan)
Thursday, April 03, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



