Tuesday, April 01, 2008

Market Review

Wall Street Ditutup Moderat

Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, Senin (31/3) meraih kenaikan moderat merespon usul perbaikan regulator utama keuangan dan laporan ekonomi positif. Kenaikan ini menutup kinerja kuartalan terburuk sejak tahun 2002, karena kekhawatiran terhadap krisis kredit yang masih berlanjut. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,49 poin (0,38 persen) menjadi ditutup pada 12.262,89 dan indeks saham teknologi komposit Nasdaq menguat 17,92 poin (0,79 persen) ke level 2.279,10. Serta indeks Standard & Poor’s 500 bertambah 7,48 poin (0,57 persen) pada 1.322,70.

Yang kontras, pada Maret sendiri, saham-saham Wall Street mendapatkan pijakan mereka setelah menurun pada Januari dan Februari: indeks Dow menyusut 0,03 persen dan indeks S&P 50 turun 0,60 persen, sementara indeks Nasdaq naik 0,33 persen. Para investor menyambut berita sebuah langkah mengejutkan dalam aktivitas bisnis di Midwest AS pada Maret. Indeks bisnis The National Association of Purchasing Management-Chicago, naik menjadi 48,2 dari 44,5 pada Februari, mengalahkan ekspektasi pasar 46,7.
Indeks adalah pertimbangan sebuah pertanda dari survei manufaktur the Institute for Supply Management, yang akan dikeluarkan pada Selasa pekan ini. "Saham-saham naik untuk pertama kalinya dalam empat hari setelah laporan ekonomu aktivitas pabrik di Midwest lebih baik dari perkiraan," kata Al Goldman, seorang analis Wachovia Securities.

Para investor lebih meneliti detil dari rencana perubahan regulator keuangan yang diumumkan Menteri Keuangan Henry Paulson setelah pasar dibuka. Garis besar rencana tersebut telah dipublikasikan media pada akhir pekan lalu. "Di sana tidak ada sesuatu perubahan yang konkrit yang disepakti hari ini yang akan berdampak langsung terhadap harga saham," kata Patrick O’Hare dari Briefing.com seperti dikutip AFP. Paulson menekankan rencananya hanya yang termasuk beberapa langkah segera dan tidak merespon kredit seret saat ini atau gejolak di pasar keuangan. "Dengan beberapa eksepsi, rekomendasi dalam cetak biru ini tidak akan dan tidak dapat diimplementasikan hingga setelah kesulitan pasar lewat," kata Paulson. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis