Monday, March 31, 2008

Market Review

Aura Negatif Masih Mendera Perekonomian AS

Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, pada penutupan perdagangan pekan lalu masih ditutup negatif. Pada perdagangan Jumat (28/3) waktu setempat, indeks Dow Jones industrial average merosot 86,06 poin (0,70 persen) ke 12.216,40. Kemudian indeks Standard & Poor's 500 turun 10,54 poin (0,80 persen) menjadi 1.315,22. serta indeks komposit Nasdaq melemah 19,65 poin (0,86 persen) pada 2.261,18. Turunnya Wall Street ini seiring dengan laporan J.C. Penney pada Jumat lalu, yang menurunkan prospek laba kuartal pertamanya menjadi sekitar 50 sen per saham, dari perkiraan sebelumnya antara 75 sen hingga 80 sen per saham, akibat turunnya penjualannya selama musim libur Paskah. Hal ini menggiring kekhawatiran tentang belanja konsumen. Departemen Perdagangan juga mengatakan bahwa belanja konsumen bulan lalu naik tipis 0,1 persen, segaris dengan ekspektasi Wall Street. Untuk keseluruhan pekan lalu the Dow turun 1,17 persent dan S&P 500 jatuh 1,07 persen. Sedang indeks Nasdaq, naik 0,14 persen.

Pekan ini, Wall Street menunggu beberapa data ekonomi yang akan keluar. Pasar akan melihat apakah AS benar-benar dalam resesi. Data upah (Non Farm Payroll/NFP) dari Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (4/4) ialah yang paling ditunggu pasar. Ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan naik sekitar 5 persen dari bulan Februari yang 4,8 persen. Pasar juga akan memonitor laporan manufaktur nasional dari Institute for Supply Management hari Selasa (1/4). Sementara pada Senin (31/3) waktu setempat, Pemerintah AS melalui Menteri Keuangan AS Henry Paulson dijadwalkan akan mengusulkan agar bank sentral AS, the Federal Reserve diberikan kewenangan yang lebih luas, termasuk mengawasi dengan ketat pasar finansial untuk menghindari terulangnya kasus kredit macet perumahan (subprime mortgage). (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis