Dow Jones Anjlok Dipicu Kekhawatiran Laba
Saham-saham AS anjlok terparah dalam satu pekan karena kekhawatiran pertumbuhan laba akan melemah di perusahaan finansial dan teknologi yang dibayangi kenaikan belanja konsumen melampaui perkiraan. Indeks Standard & Poor's 500 tergelincir 15,37 poin atau 1,2% menjadi 1.325,76. Dow Jones Industrial Average tertekan 120,4 atau 1% menjadi 12.302,46. Nasdaq Composite turun 43,53 atau 1,9% menjadi 2.280,83. Sebanyak tiga saham melemah untuk setiap satu yang menguat di New York Stock Exchange.
Pasar dibuka menguat setelah pemerintah mengatakan belanja perorangan yang mengontribusi lebih dari dua per tiga terhadap ekonomi, naik 2,3% per tahun dalam triwulan keempat dan klaim pengangguran secara tak terduga menurun pekan lalu. Oracle turun US$1,51 atau 7,2% menjadi US$19,43 dan mengontribusi terbesar terhadap penurunan S&P 500, Google tertekan US$14,11 menjadi US$444,08, Bank of America melemah US$1,20 menjadi US$38,64. JPMorgan turun US$1,25 menjadi US$42.86. Lehman Brothers tertekan US$3,78 atau 8,9% menjadi US$38,71, Merrill Lynch & Co tertekan US$2,52 atau 5,7% menjadi US$41,90. Sebanyak sembilan dari 10 kelompok industri yang tergabung dalam S&P 500 anjlok, termasuk energi. Minyak menguat memasuki hari ketiga dan melampaui US$107 per barel setelah ledakan pipa di selatan Irak memangkas pasok.
Ekonomi AS tumbuh 0,6% per tahun pada triwulan keempat, terendah sejak triwulan keempat 2002, ungkap Departemen Perdagangan hari ini dalam laporannya. Saham Sempra Energy menguat US$1,98 menjadi US$53, ConAgra Foods Inc naik US$1,56 atau 7,1% menjadi US$23,45, Clear Channel Communications Inc terangkat US$2,68 atau 10% menjadi US$26,60. Berdasarkan kepada penurunan itu, nilai saham-saham melemah senilai lebih dari US$193 miliar. (RISET-iwan)
Friday, March 28, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



