Monday, March 10, 2008

Market Review

Wall Street Terperosok; Data NFP Terburuk Sejak 2003

Wall Street pada penutupan akhir pekan lalu (08/03) kembali terporosok untuk dua hari berturut-turut menyusul makin memburuknya data non-farm payroll, penurunan terbesar sejak 2003. Chevron, Alcoa dan Boeing memimpin Dow Jones ke level di bawah 12,000 untuk pertama kali dalam dua bulan dan S&P 500 ke level terendah sejak Agustus 2006. Sementara itu, Wells Fargo dan CIT Group mencetak gain, menyuntikkan kenaikan 2.5% pada saham finansial pada akhir 90 menit perdagangan.

Indeks S&P melemah 10.97 poin atau 0.8% ke level 1,293,37. Dow Jones anjlok 146.7 poin atau 1.2% ke level 11,893.69. Sementara itu Nasdaq Composite merosot 8.01 poin atau 0.4% ke level 2,212.49.

Indeks tertekan setelah Depnaker AS melaporkan bahwa terdapat kehilangan pekerjaan sebanyak 63,000 bulan lalu, jauh dibawah prediksi ekonom yaitu meningkat sebanyak 23,000.

Sementara itu di pasar uang, tanpa diduga, USD/JPY kembali menguat dari level terendahnya di 101.40 dan ini merupakan level terendah sejak tahun 1999, lalu terjadi rebound dan ditutup di level 102.80. Kenaikan ini terjadi setelah Fed mengumumkan di hari Jum'at akan melakukan inject dana sebesar $100 trilyun ke pasar modal dan ini dilakukan sebagai antisipasi akan melemahnya data ekonomi yang dirilis. Selain itu, dengan banyaknya negatif respon terhadap data ekonomi AS bisa dipastikan bahwa FOMC dalam sidang agenda mendatang akan menurunkan suku bunga sebesar 75 basis poin minggu depan, 50 basis poin di bulan April. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis