Wall Street TurunTajam; Kekhawatiran Resesi Meningkat
Wall Street pada penutupan akhir pekan lalu (01/03) terpantau anjlok tajam, melengkapi pelemahan bulanannya selama empat kali berturut-turut, menyusul laporan yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis merosot ke level terrendah sejak 2001 dan AIG serta UBS yang mengungkapkan bahwa kerugian di sector kredit mungkin bisa melebihi $600 miliar.
Berita-berita buruk yang mendominasi mengakibatkan seluruh indeks utama AS terpantau melemah: indeks S&P 500 anjlok 37.05 poin atau 2.7%; Dow Jones Industrial Average merosot 315.79 poin atau 2.5% ke level 12,266.39; dan Nasdaq Composite Index jatuh 60.09 poin atau 2.6% ke level 2,271.48.
Kekhawatiran akan write down lanjutan kembali menyebabkan saham-saham keuangan terpuruk. Saham keuangan di S&P anjlok 4% dan sudah merosot 11% sejak Februari, kerugian bulanan terbesar sejak 2002.
Minggu ini di agendakan bahwa enam Bank Central terkemuka dunia akan melaksanakan pertemuan-pertemuan guna membahas berbagai kebijakan moneter dan tak luput pula tercatat akan dirilis beberapa data ekonomi penting diantaranya ialah PMI, ISM, dan Non-Farm Payroll. Dipastikan akan menjadi minggu yang berat bagi trader dan investor. Happy Trading (RISET-iwan)
Monday, March 03, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



