Wall Street Mixed Ditutup Melemah
Sebagian besar bursa AS dinihari tadi (28/02) terpantau mixed dan untuk pertama kalinya dalam empat hari seiring dengan jatuhnya saham utilitas dan farmasi. Sentimen negative yang membayangi Wall Street rupanya lebih besar dibandingkan dengan sinyalemen dari Chairman The Fed Bernanke untuk memangkas kembali suku bunga di tengah laju inflasi, yang diungkapkan pada pidatonya semalam.
Pernyataan Bernanke mengenai kesiapannya untuk kembali memangkas suku bunga di saat yang tepat -paling tidak akan dilaksanakan nanti di bulan Maret- berhasil memicu rally saham perbankan. Sinyalemen ini juga langsung membawa dollar makin terpuruk terhadap euro hingga terpantau sempat menyentuh level 1.5142 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Rally perbankan juga dipicu oleh regulator yang mengizinkan Fannie Mae dan Freddie Mae untuk membeli mortgage lebih banyak.
Tercatat bahwa indeks S%P 500, yang selama sesi perdagangannya terus terombang-ambing antara gain dan loss setidaknya 25 kali, anjlok 1.27 poin atau 0.1% ke level 1,380.02; Dow Jones naik 9.36 atau 0.1% ke level 12,964.28; dan Nasdaq Composite Index juga menguat 8.79 poin atau 0.4% ke level 2,353.78 dipimpin oleh Apple.
Pelaku pasar sepertinya masih akan menunggu komenter dari Fed Bernanke yang kedua hari ini. Pergerakan pasar Amerika masih cenderung flat walaupun semalam data ekonomi yang dirilis yakni durable goods dan new home sales lemah.
Agenda hari ini adalah rilis data GDP, dimulai pada jam 20.30 WIB, dimana prakiraannya akan naik 0.2%. Jobless claims juga akan dirilis dimana diekspetasikan akan naik 350.000 dibandingkan minggu lalu 349.000. Pada jam 22.00 WIB Fed Bernanke akan melakukan testimony yang ke dua mengenai outlook perekonomian amerika terkini.(RISET-iwan)
Thursday, February 28, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



