Wednesday, February 27, 2008

Market Review

Dollar Cetak Rekor Terendah Baru Terhadap Euro

Dollar jatuh tajam untuk kesekian kalinya terrhadap 16 major currencies, Selasa malam lalu. Jatuhnya dollar tersebut akibat respon negatif atas rilis beberapa data fundamental ekonomi serta komentar dari Fed's Vice Chairman Donald Kohn yang oleh pasar dirasa kurang tegas dalam menyikapi kondisi terkini dari perekonomian AS. EUR/USD tercatat menguat tajam terhadap dollar hingga menyentuh rekor tertinggi yakni 1.5,dipercaya oleh sebagian besar analis teknikal sebagai resistan psikologi. Penguatan Euro juga turut disokong oleh laporan yang menunjukkan bahwa business confidence (sentimen bisnis) di Jerman secara tidak terduga kembali menguat selama dua bulan berturut-turut.

Wall Street
Dari Wall Street dilaporkan bahwa bursa AS pada penutupan dinihari tadi (27/02) terpantau ditutup menguat tiga hari berturut-turut seiring International Business Machines Corp (IBM) yang melakukan buyback senilai $15 miliar serta tingginya pendapatan ritel dan naiknya harga komoditas yang menyuntikkan kepercayan pasar bahwa laba akan menanjak meskipun perekonomian melambat.

Seluruh indeks utama AS terpantau menguat semalam: Indeks S&P 500 naik 9.49 poin atau 0.7% ke level 1,381.29; Dow Jones Industrial Average menguat 114.7 poin atau 0.9% ke level 12,684.92; sementara Nasdaq Composite Index naik 17.51 poin atau 0.8% ke level 2,344.99.

Agenda ekonomi untuk hari ini; jam 20.30 WIB akan dirilis data durable goods, prakiraan pasar tercatat akan turun 4% di bulan
Januari. Jam 22.00 WIB akan dirilis data new home sales untuk bulan Januari prakiraan pasar akan menilai turun 6 juta dibandingkan pada bulan Desember 6.4 juta. Di bulan Desember new home sales turun dari yang diekspetasikan dari bulan sebelumnya. Dan sekitar jam 22.00 WIB semua akan berfokus kepada komentar dari Ben Bernanke terhadap perekonomian
amerika sekarang ini. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis