Wall Street Kembali Merah; Kekhawatiran Resesi AS
Wall Street pada perdagangan dini hari tadi (22/02) anjlok untuk kedua kalinya minggu ini, dipimpin oleh saham energi dan industri menyusul laporan manufaktur yang lebih buruk dari estimasi dan persediaan minyak yang lebih tinggi menghadirkan kekhawatiran bahwa perekonomian telah memasuki resesi.
Seluruh indeks utama AS terpantau ditutup bearish semalam: Indeks S&P 500 anjlok 17.50 poin atau 1.29% ke level 1,342.53; Dow Jones Industrial Average merosot 142.96 poin atau 1.15% ke level 12,265.33; sementara Nasdaq Composite Index jatuh 27.32 poin atau 1.17% ke level 2,299.78.
Laporan general economic index dari Federal Reserve Bank of Philadelphia jatuh ke level terburuk dalam tujuh tahun dan Conference Board yang menurunkan estimasi indicator ekonomi kembali menimbulkan kekhawatiran pada pasar. Di pihak lain, harga minyak terpantau anjlok 1.5% ke level $98.23 per barrel selepas pernyataan Departemen Energi yaitu persediaan minyak mentah naik 4.2 juta barrel, level tertinggi sejak November.
Investor kembali mengambil aksi jual saham-saham energi: Exxon jatuh $1.18 ke level $86.92; Chevron anjlok $1.56 ke level $84.78. Hari ini, S&P 500 Index anjlok 2.1%, yang merupakan penurunan terbesar dibandingkan kelompok industri lainnya.
Sedang dari AS dilaporkan semalam, bahwa data ekonomi philadelphia fed index turun secara signifikan di bulan Kedua ini. Di hari Jum'at, penghujung pekan ini, tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, hanya nanti pada jam 01.30 WIB Dallas Fed Richard Fisher dijadwalkan akan melakukan komentar di Petroleum Club, Texas. (RISET-iwan)
Friday, February 22, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



