Outlook Minggu ini; Fokus Pada FOMC Minutes
Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu (16/02), wall street kembali dalam kondisi bearish, setelah data laopran universitas Michigan yang menyatakan sentimen konsumsi di AS menurun melampaui perkiraan pasar dan ekonom. Penurunan sentimen konsumsi mendorong penurunan saham-saham sektor manufaktur.
60% dari semua saham di Wall Street merah. S&P 500 menguat 1.13 poin pada level 1,349.99, peningkatan terjadi pada lima belas menit terakhir perdagangan setelah laporan salah satu perusahaan mengumumkan kenaikan penerimaan deviden.Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0.2% sebesar 28.77 pada level 12,348.21. Nasdaq Composite Index turun 0.5% sebesar 10.74, pada level 2,321.8.
Intel turun 1.7% sebesar 35 sen pada harga $20.11. MEMC Electronic Material Inc., oerusahaan terbesar dalam pembuatan silikon wafer, turun 3.6% pada harga $75.95. Best Buy Co. turun $1.15 pada level $44.62. Namun, penurunan perdaganagn hari ini tidak dpat mengkompensasi kenaikan wall street untuk selama seminggu.
Di pasar valuta, dicermati, secara umum minggu lalu dollar masih melemah terhadap hampir semua major currencies, terutama akibat kekhawatiran pasar terhadap resesi yang bakal melanda perekonomian AS, dikemukakan oleh testimoni dari Bernanke beberapa hari lalu.Namun kejadian tersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang dialami oleh Aussie, Australian Dollar sempat menguat, terdongkrak oleh membaiknya situasi dan di dukung oleh pernyataan positif dari Reserve Bank of Australia (RBA). Demikian juga dari zona Eropa, Euro telah “recovered” pada hampir pergerakan mingguannya, sempat losses terhadap Yen. Agaknya, FOMC minutes akan menjadi fitur utama di minggu ini serta masih terbuka peluang adanya kejutan-kejutan lain yang masih kerap mewarnai pergerakan dollar AS, dus menjadi trigger atas volatilitas pergerakan harga di minggu ini. Happy Trading !! (RISET-iwan)
Monday, February 18, 2008
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



