Tuesday, January 22, 2008

Market Review

Bloody Monday, Bursa Global Tersungkur

Bursa saham global kemarin (21/01) tersungkur di berbagai kawasan; Jerman, Hong Kong, India, Brazil, Jakarta serta juga indeks berjangka bursa AS di tengah bertambah merebaknya spekulasi akan pelambatan ekonomi global dan bertambahnya tingkat kemacetan korporasi.

Indeks Dow Jones Stoxx 600 dari Eropa ambruk di posisi terburuknya sejak 11 September 2001 lalu ketika teroris menyerang WTC di New York dan menjungkalkan bursa menjadi bearish. Saham-saham Allianz SE dan BNP Paribas SA di Eropa dilaporkan tergelincir. Indeks Hang Seng mengalami kejatuhan terburuknya dalam periode 6 tahun terakhir setelah laporan dari BNP Paribas menyebutkan bahwa Bank of China Ltd. mungkin akan menghapusbukukan kredit luar negerinya seebsar $4.8 miliar akibat kerugian di pasar subprime mortgages Amerika. MSCI World Index semalam tergelincir 2.3% di pasar London, sehingga dari periode tanggal 31 Oktober sudah merosot sebesar 16%. Demikian pun indeks DAX Jerman merosot terburuk sejak Maret 2003. Sementara ini, perdagangan di Amerika tutup karena libur Martin Luther King Day.

``Ini pasar terburuk yang pernah dilihat,” demikian menurut Johan Stein dari Nordea Asset Management di Stockholm kepada Bloomberg. ``Sistem financial berada dalam format yang buruk, tanpa seorang pun tahu kapan ini akan berakhir,” ujarnya. Risiko pada perusahaan-perusahaan Eropa dilaporkan juga meningkat pada level rekornya karena spekulasi akan terdapatnya penurunan credit-rating terhadap penerbitan obligasi termasuk Ambac Financial Group Inc. sehingga memicu aksi penjualan asset. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis