Monday, January 21, 2008

Market Review

Besar Indikasi Dollar Akan Menguat di Minggu Ini

The Buck, mendapat keuntungan akibat optimisme para investor, pemerintah U.S semakin pro-aktif dalam merespon segala gejala bagi perlambatan ekonomi. Salah satunya, Jum'at kemarin di Gedung Putih (White House) mengeluarkan paket kebijakan ekonominya dimana kebijakan ini diharapkan akan dapat menstimulus laju perekonomiannya dengan menyutikkan dana segar sekitar $140 billion. Para analis mengharapkan akan ada imbas positif pada dollar di minggu ini.

"The U.S. dollar seems to be getting a safe-haven bid as faltering equity markets lead to redemptions and some
repatriation of capital," ujar David Powell, senior currency strategist at IDEAglobal in New York. Pessimism terhadap outlook ekonomi US memang telah mewabah dimana-mana, "The currency market is not reflecting the deterioration in U.S. fundamentals, though, especially interest rate expectations” ungkapan Bernanke beberapa waktu lalu, “that the Fed will likely cut by 50 basis points at the end of January and yet the dollar has held up quite well," imbuh Powell.

Key support bagi penguatan dollar ialah lingkaran outlook ekonomi yang makin memburuk dari zona eropa. Terutama dari pernyataan European Central Bank officials--baru lalu, Yves Mersch, member dari the ECB's Governing Council, yang menyarakan agar ECB segera mengeluarkan paket deregulasi moneternya. Dengan merevisi target pertumbuhan dan inflasi untuk tahun 2008. Data yang paling harus diamati di minggu ini ialah housing data, Selasa,dengan existing home sales untuk bulan December. Para Analysts menurut Reuters mengindikasikan data tersebut akan turun sebesar 4.95 million (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis