Wednesday, January 16, 2008

Market Review

Dollar Mendekati Rekor Terendah vs Euro, Terlemah 2 Tahun vs Yen

Dalam perdagangan semalam (15/01) mata uang euro melonjak naik akibat gelombang data penjualan eceran (retail sales) yang mengecewakan. Euro terpantau berada di level tertingginya sejak tanggal 23 November lalu pada saat mana euro menyentuh level $1.4923. Dollar berada di area rekor terendahnya terhadap euro serta menyentuh level terendah sejak tahun 2005 terhadap yen setelah berita data retail sales anjlok untuk periode Desember, memicu spekulasi pasar bahwa ekonomi AS sedang memasuki resesi.

Para investor diberitakan melakukan aksi jual dollar di tengah perkiraan pasar bahwa the Federal Reserve akan memangkas suku bunga pinjaman sampai sebesar 0.75% di bulan ini untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Tingkat retail sales jatuh sebesar 0.4 persen bulan lalu, sementara bulan sebelumnya meningkat sebesar 1 persen.

Di tempat lain, mantan pemimpin the Fed menyebutkan bahwa Amerika mungkin sudah memasuki resesi, atau akan demikian dalam waktu dekat ini. Demikian Greenspan kepada Wall Street Journal dalam interviewnya. Katanya,``gejalanya sudah jelas terlihat,” demikian media tersebut melaporkan. (AP/RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis