Monday, January 14, 2008

Market Review

Defisit Neraca Perdagangan AS Tertinggi Selama 14 Bulan

Dollar terpantau mengakhiri minggu perdagangannya Sabtu dini hari (12/01) dengan stabil walaupun data neraca perdagangan Amerika mengecewakan. Departemen Perdagangan AS menyatakan defisit neraca perdagangan AS untuk bulan November membengkak 9.3 persen menjadi 63.1 miliar dollar, yang tertinggi dalam 14 bulan terakhir, dampak dari kenaikan harga minyak impor.

Analis pasar perkirakan bahwa buruknya data neraca perdagangan AS tersebut hanya berdampak sedikit terhadap pergerakan dollar karena pasar telah terpenuhi berbagai pertimbangan lainnya seperti melorotnya bursa global, likuidasi carry trades, serta terutama adalah ekspektasi langkah the Fed untuk suku bunga di akhir bulan ini.

Hari sebelumnya dollar jatuh oleh ekspektasi pemangkasan bunga lanjutan di Amerika sementara sterling sempat rebound setelah sempat menyentuh level terendah dalam sejarah dalam pasangan kursnya dengan euro.

Banyak pelaku pasar memasang perkiraan penurunan bunga sampai 50 basis point menjadi 3.75% dalam pertemuan the Fed tanggal 29-30 Januari nanti. Analis perkirakan bahwa besarnya pemangkasan akan tergantung kepada sederet data ekonomi Amerika yang akan dirilis minggu ini khususnya indeks harga konsumen (CPI) pada Rabu mendatang.

Terakhir USD/JPY terpantau di level 109.03 dari sebelumnya di 108.82, EUR/USD pada 1.4783 naik dari level 1.4772, sementara GBP/USD berada di 1.9573 dari posisi sebelumnya pada 1.9563. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis