Tuesday, January 08, 2008

Market Review

Mengawali minggu pertama perdagangan di awal tahun 2008, dollar masih terdepresiasi. Ekonomi AS masih belum juga menunjukkan perbaikan, tanda-tanda resesi maupun stagflasi ekonomi semakin nyata menghadang.

Jum'at lalu (04/01) data Non Farm Payroll makin menambah panjang daftar penyebab resesi, ada penambahan sebesar 18,000 pekerja baru -yang harus dibayar oleh pemerintah AS- untuk bulan anggaran Desember. Penambahan sebesar angka tersebut merupakan penambahan terbesar hampir selama empat tahun, yang juga menjadi patokan bagi The Federal Reserve dalam mengambil kebijakan menurunkan suku bunganya. Jika kebijakan menurunkan suku bunga dilakukan oleh Pemerintah AS, maka tak ayal suku bunga AS akan berada dibawah suku bunga di zona Eropa. “Dalam waktu dekat, kami perkirakan dollar masih tertekan” ujar Tu Packard, economists dan currency analyst pada Moody's Economy.com, Pennsylvania. "Tanda-tanda awal kejatuhan ekonomi AS semakin kentara -salah satunya diawali dengan data Non Farm Payroll- mengecewakan, ekonomi AS memasuki babak baru, resesi” tambahnya.

Zona Eropa
The European Central Bank (ECB) masih memandang bahwa pemerintah EU masih belum perlu mengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunganya. Sebagian besar analis maupun pengambil kebijakan strategis di bidang ekonomi dan moneter pada pertemuan Kamis depan (10/01) masih berusaha mempertahankan tingkat suku bunganya, yakni tetap pada level 4 persen. Nampaknya hanya kebijakan mengendalikan inflasi akibat kenaikan minyak mentah yang sempat menyentuh harga 100 dollar per barrel. Para trader maupun investor eropa lebih mengawasi rilis data euro-zone producer price dan laporan business confidence yang akan rilis minggu depan, kedua data tersebut menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terjadi di zona eropa.

Pada kalendar ekonomi AS, Rabu mendatang, data Consumer Credit untuk bulan November sebaiknya diawasi, ini merupakan signal bagi tingkat belanja konsumen. Sektor manufaktur yang sempat kontraksi di bulan Desember, juga bergantung pada data services dan consumer spending. Dengan jatuhnya pasar perumahan, investor maupun trader juga mengawasi data November Pending Home Sales yang diharapkan berada pada level 0.5%, Selasa ini.

U.K
Kamis, The Bank of England (BoE) juga mengadakan pertemuan lanjutannya dengan pokok agendanya yakni soal suku bunga. Menurut para ekonomis serta polling yang diadakan oleh Reuters, hasilnya masih menunggu hingga February sebelum kebijakan pemotongan suku bunga dari 5.50% dilakukan. Namun pendapat itu berbeda dengan polling yang diadakan oleh Pemerintah UK sendiri, diindikasikan bahwa akan dipotong hingga 4.75% suku bunga saat ini.

SENIN, 07 JANUARY
● EUROZONE DECEMBER BUSINESS CLIMATE INDEX: naik hingga 1.04 di bulan November, sedang market mengharapkan agar kembali ke 0.9 untuk bulan Desember.
● PIDATO U.S. TREASURY SECRETARY HENRY PAULSON tentang capital markets pada the New York Society of Security Analysis.

SELASA, 08 JANUARY
● U.S. NOVEMBER PENDING HOME SALES: Sektor Perumahan rupanya masih meradang, tetap menjadi risiko terbesar pertumbuhan ekonomi AS saat ini. Market berharap hanya jatuh sebesar 0.5%.

RABU, 09 JANUARY
● U.S. NOVEMBER CONSUMER CREDIT DATA: Semua tanda dari data ini menjadi pemicu bull atau bearish bagi dollar.

KAMIS, 10 JANUARY
● EUROPEAN CENTRAL BANK RATE DECISION: Ekspetasi Market, suku bunga tetap dipertahankan pada level 4.00%.

● BANK OF ENGLAND RATE DECISION: Sebagian besar ekspetasi market, ditambah pejabat ekonomi dan moneter terkait diindikasikan akan menunggu hingga bulan Februari guna memutuskan pemotongan suku bunga sekarang, 5.50%. Namun risiko inflasi untuk bulan Januari, tetap akan menjadi agenda utama.

JUM'AT, 11 JANUARY
● U.S. NOVEMBER TRADE BALANCE: Para Economists berpendapat bahwa data ini menjadi salah satu penyebab kejatuhan dollar dimana terjadi defisit lebih dari 8.0% selama tahun anggaran 2007 saja.

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis