Thursday, January 03, 2008

Market Review

Indeks manufaktur dari the Institute for Supply Management (ISM manufacturing) Amerika semalam (02/01) untuk bulan Desember dirilis anjlok mengalami kontraksi ke level 47.7, yang terendah sejak bulan April 2003, dari level 50.8 di bulan sebelumnya. Level indeks 50 adalah batas antara kontraksi dan ekspansi industri menurut ISM Manufacturing yang sangat dipakai dalam melihat perkembangan industri di AS. Jatuhnya indeks manufaktur tertutama karena anjloknya order pesanan baru, yang dikuatirkan merupakan dampak dari resesi perumahan di AS yang sudah mulai menjalar ke sektor perekonomian lainnya untuk akhir tahun 2007.

Terhadap rilis data tersebut, dollar segera merosot oleh turunnya permintaan order baru. Para Analis perkirakan bahwa dampak lanjutannya adalah sulitnya level neraca perdagangan AS untuk membaik. Selain itu, diperkirakan “risk appetite” para investor akan berkurang dengan data tersebut.

OPTIMISME DOLLAR BERLEBIHAN

Rally dollar pada tiga jam terakhir perdagangan menyebabkan dollar berakhir menguat, walau demikian dengan penjualan dollar yang berlangsung hampir sepanjang tahun, dollar mengakhiri tahun 2007 masih melemah terhadap high-yielders. Range dollar dengan euro, poundsterling dan franc pada sesi Asia rata-rata sekitar 40, sedangkan range dollar dengan yen dan dollar Australi lebih lebar sekitar 70 poin dengan arah pelemahan dollar. Likuidasi carry trade yen dan bagusnya data kredit Australi mempengaruhi pelemahan dollar Amerika ke dollar Australia.

Pada sesi pagi Eropa dollar melemah terhadap poundsterling, sehingga GBP/USD kembali mencapai 2,01. Tetapi pergerakan pada sesi pagi Amerika berubah arah menjadi pembelian dollar. Diluar dugaan, ada peningkatan dalam penjualan rumah bulan baru selama bulan November. Setelah indeks ini berturut-turut turun dalam 9 bulan hingga level terendah di 4,97M; naiknya indeks ini memberikan harapan krisis perumahan akan berakhir pada tahun 2008. Existing Home Sales dilihat lebih menggambarkan kondisi penjualan daripada New Home Sales. Survei the National Association of Purchasing Management juga memberikan optimisme dengan aktifitas bisnis di Milwaukee dan sekitarnya meningkat. Selain data, repatriasi dana menjelang akhir tahun juga mempengaruhi menguatnya dollar dengan tajam.

Kemarin pagi, walau bursa Jepang masih tutup, unwinding carry trade yen turut mempengaruhi pergerakan sehingga dolar sempat menguat terhadap high-yielders. Tetapi dollar kemudian cenderung melemah yang sepertinya dipengaruhi oleh rally dollar Australi terhadap mata uang major. Menurut AIG, aktifitas sektor manufaktur selama Desember meningkat cukup besar dari 53,8 menjadi 57,6. Data ini memperkuat kemungkinan RBA masih akan mengetatkan kebijakannya lebih lanjut pada kuartal pertama. Pembelian dollar Australi terhadap yen dan dollar mempengaruhi adanya pembelian high-yielders lainnya seperti euro dan poundsterling.

Perkiraan data ISM tersebut mendukung penurunan suku bunga the Fed pada rapat FOMC 30 Januari nanti. Fokus mungkin pada detil yang menunjukkan apakah pabrik melakukan pengambilan atau pengurangan karyawan. Detil employment ini untuk menebak bagaimana hasil NFP Jum’at nanti. Employment dibawah 50 menunjukkan pabrik mengurangi karyawan sehingga mendukung penurunan suku bunga. Tetapi ada kemungkinan reaksi pasar setelah ISM akan terbatasi menjelang dirilisnya notulen rapat the Fed bulan lalu yang menghasilkan keputusan penurunan suku bunga 25 basis poin. Kalau isi notulen mengindikasi anggota FOMC saat itu saja sudah berhati-hati untuk menurunkan suku bunga bahkan ada anggota yang tidak setuju, akan memperkuat kemungkinan the Fed stay unchanged pada rapat mendatang 30 Januari. Hal ini bisa mempengaruhi dollar untuk menguat kembali terhadap high-yielders.

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis