Tuesday, December 04, 2007

Wall Street Tertekan, oleh Pernyataan Gubernur Federal Reserve Bank of Boston

Pekan ini fokus pasar akan tertuju pada data non-farm payrolls AS, sidang ECB dan BoE. Komentar dari Bernanke dan Kohn belum lama ini telah menyulutkan spekulasi bahwa suku bunga The Fed akan dipangkas di bulan Desember dan investor tengah menantikan sejumlah data ekonomi AS yang kemungkinan akan mengisyaratkan melambatnya pertumbuhan ekonominya. Data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis hari Jum’at kemungkinan akan menunjukkan terjadi penambahan tenaga kerja sebanyak 73.000 di bulan November, separuhnya dari data bulan sebelumnya.

Data AS berikutnya adalah Institute for Supply Management's manufacturing index untuk bulan November yang akan dirilis pukul 22.00 WIB hari Senin, yang diprediksi akan melemah menjadi 50.5 dari 50.9 di bulan sebelumnya. Data ISM non-manufacturing yang akan dirilis hari Rabu juga diprediksi menurun menjadi 54.7 dari 55.8.

Investor akan mencermati data ISM dan komponen tenaga kerjanya untuk menaksir kemungkinan rilis aktual data non-farm payrolls pada hari Jum’at. Sementara itu, ECB yang akan bersidang pekan ini diprediksi masih akan mempertahankan suku bunganya di level 4.0% pada hari Kamis. Namun Presiden ECB Jean-Claude Trichet kemungkinan akan memberikan pernyataan keras mengenai prospek naiknya tekanan inflasi dalam pers confrence pukul 20.30 WIB, khususnya setelah dirilisnya data inflasi periode November (HICP flash y/y) hari Jum’at kemarin yang mengalami lonjakan. Inflasi tercatat naik 3.0% y/y di bulan November, di atas plafon inflasi ECB 2.0%.

BoE yang juga akan bersidang di hari yang sama juga diprediksi akan mempertahankan suku bunganya, meskipun masih terdapat peluang untuk dilakukan pemangkasan. Sejumlah data ekonomi Inggris yang akan dicermati pasar diantaranya data purchasing managers' index for manufacturing periode November yang akan dirilis pukul 16.30 WIB hari Senin, dimana diprediksi akan turun menjadi 52.5 dari 52.9.

Data British Retail Consortium untuk periode November akan dirilis hari Selasa, dilanjutkan dengan data industrial production periode Oktober hari Rabu pukul 16.30 WIB, yang diprediksi menunjukkan kenaikan 0.1% month-on-month. Sekitar 15 dari 56 ekonom memprediksi BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5.5% pada sidangnya tanggal 6 Desember, sementara sisanya memprediksi suku bunga masih akan dipertahankan. Pasar finansial juga akan menantikan keputusan sidang bank sentral Kanada (BoC) pada tanggal 4 Desember, bank sentral Australia (RBA) pada tanggal 5 Desember dan bank sentral Selandia Baru (RBNZ) pada tanggal 6 Desember. RBNZ dan RBA keduanya diprediksi akan mempertahankan suku bunganya masing-masing di level 8.25% dan 6.75%, sementara BoC oleh kalangan minoritas analis diprediksi akan memangkas suku bunganya menjadi 4.25%

Pernyataan Kepala The Fed Ben Bernanke telah semakin meyakinkan pasar akan dipangkasnya suku bunga AS, yang diharapkan akan membantu ekonomi AS terhindar dari resesi. Hal ini telah menekan mata uang ber-yield rendah dan mendukung apresiasi mata uang ber-yield tinggi, menyusul maraknya kembali aksi carry trade. Sedangkan laporan mengenai pemerintah AS dan institusi finansial yang sedang membicarakan rencana untuk menegosiasikan kembali adjustable rate mortgages juga telah membantu sentimen yang tengah berkembang. Upaya tersebut dipandang akan membantu mengatasi masalah pada subprime mortgage yang belakangan ini telah memukul pasar finansial global. Bernanke mengatakan bahwa kekacauan pada sektor finansial yang terjadi beberapa pekan terakhir ini telah mengaburkan prospek perekonomian AS. Pernyataannya tersebut dipandang sebagai sinyal akan dipangkasnya suku bunga AS di bulan Desember mendatang. Pernyataan Bernanke tersebut memperkuat pernyataan Wakil Ketua The Fed Donald Kohn pada hari Rabu sebelumnya, dimana dikatakan bahwa meningkatnya kekacauan pada pasar finansial berpotensi melambatkan pertumbuhan ekonomi AS dengan lebih buruk dibanding perkiraan. Adapun komentar Kohn konsisten dengan laporan Fed's "Beige Book" yang melaporkan bahwa kondisi ekonomi dari bulan Oktober hingga medio November mencatat pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya. Laporan juga menyebutkan permintaan perumahan di AS turun tajam. Kedua komentar tersebut memperkuat ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga di bulan Desember dan akan dilanjutkan di tahun 2008. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis