Turunnya Indeks Perumahan Lemahkan Dollar terhadap Mata Uang Utama
Dollar melemah terhadap mata uang major, yang sepertinya merupakan pembelian high-yielders oleh para investor Amerika. Tetapi menurut ahli strategi forex dari Bank of Montreal, volume perdagangan kemarin amat tipis sehingga pelemahan dollar bukan merupakan tren. Perkiraan data rumah dan sentimen pasar yang kurang bagus mempengaruhi pergerakan. Pelemahan dollar terhadap euro berlanjut setelah indeks perumahan yang dibuat oleh S&P/Case Schiller turun dengan laju terbesar dalam sejarahnya hingga euro memiliki gain terbesar terhadap dollar.
Sementara unwinding carry trade yang terus berlangsung pada USD/CHF menyebabkan pasangan ini memiliki range diatas 100 poin seperti EUR/USD. Sementara pergerakan dollar dengan yen dan dollar Australiaa memiliki range sekitar 50 poin.
Analisa fundamental sepertinya masih mempengaruhi pergerakan kemarin, setidaknya pada sesi Eropa dan Amerika. Pelemahan yen masih dipengaruhi oleh 8 perusahaan investasi Jepang yang menjual sekitar 104 milyar yen sehingga poundsterling dan dollar Australia menguat terhadap dollar. Euro sempat berada dalam tekanan jual setelah kemarin mencapai level tertingginya dalam sekitar 2 minggu. Data perumahan Jepang mempengaruhi adanya pembe-lian yen yang bersifat sementara. Data Inggris kemarin sore bagus untuk poundsterling rebound, sehingga ada kemungkinan poundsterling berada dalam tekanan jual kembali terhadap mata uang major. Tidak ada data dari Eropa kemarin sehingga pergerakan EUR/USD sepertinya akan lebih dipengaruhi bagaimana dollar terhadap mata uang lainnya. Data Amerika semalam bervariasi, dengan durable goods yang lebih baik dan konfiden konsumer yang memburuk. Pesanan barang-barang tahan lama pada pabrik di seluruh Amerika selama bulan November diperkirakan rebound kembali ke daerah positif. Untuk dollar rally terhadap mata uang major sepertinya diperlukan peningkatan pesanan yang lebih besar dari perkiraannya. Rally dollar bisa terhenti atau bahkan melemah kalau konfiden konsumer lebih rendah dari 70.
Menjelang akhir sesi bisa ada pembelian yen yang merupakan penyesuaian posisi menjelang data inflasi Jepang yang akan dirilis 06:30 hari ini. Tekanan inflasi tahunan diperkirakan meningkat dalam laju yang sedikit lebih cepat, baik di Tokyo maupun seluruh Jepang. Tetapi kemungkinan yen akan rally bisa jadi lebih bergantung pada pembelanjaan rumah tangga dan produksi industri yang lebih baik.
(RISET-iwan)
Friday, December 28, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



