Tingkat Belanja Masih Tinggi, Sentimen Dolar Terus Positif
Likuidasi carry trade masih mempengaruhi pergerakan dollar dan sehingga yen menguat terhadap mata uang major. Rally dollar dan yen dipertajam setelah People Bank’s of China meningkatkan suku bunganya untuk keenam kalinya dalam tahun ini sehingga tingkat suku bunganya mencapai level tertinggi dalam 9 tahun pada level 7,47%. Yen Jepang biasa digunakan sebagai proxy yuan China, sehingga kebijakan terhadap yuan mempengaruhi yen. Data Inggris masih mendukung pergerakan jual poundsterling dengan defisit current account mencapai rekor tertingginya. Selain itu para trader masih melakukan likuidasi posisi jual dollar menjelang akhir tahun. Volume perdagangan tipis dengan majoritas trader memutuskan untuk tidak masuk pasar. Pada akhir sesi dollar hanya melemah terhadap yen.
Jum'at pagi terjadi pembelian high-yielders terhadap yen dan dollar dipengaruhi meningkatnya minat carry trade setelah data Selandia Baru mengurangi kemungkinan ada penurunan suku bunga dari RBNZ dan rally bursa saham Asia. Kemungkinan rally terhadap dollar bisa berlanjut kalau ada rally bursa saham Eropa dan Inggris yang mempengaruhi adanya bid euro dan poundsterling yang cukup. Tetapi perkiraan data Amerika Jum'at malam minggu lalu masih positif untuk mendukung adanya rally dollar. Kenaikan pendapatan dan pembelanjaan perorangan untuk bulan November ternyatalebih bagus dari kenaikan Oktober, dan dalam laju yang hampir seimbang.
Indeks pengukur favorit the Fed, Personal Consumption Expenditures (PCE) inti diumumkan stabil di level 0.2% pada Jum'at malam lalu, secara bulanan untuk bulan November lalu, masih mengindikasi perlunya the Fed untuk menunda atau bahkan menghentikan siklus penurunan suku bunganya. PCE adalah total jumlah uang yang dibelanjakan oleh individu untuk barang dan jasa dalam GDP Amerika. Menurut the Fed, PCE Deflator lebih baik daripada CPI untuk mengukur inflasi karena selain menunjukkan perubahan kenaikan harga barang dan jasa, perubahan kebiasaan pembelanjaan juga bisa terlihat.
Turut diumumkan pula bahwa tingkat belanja AS naik menjadi 1.1% dari 0.4% pada Oktober, indikasikan bahwa tekanan inflasi AS masih tinggi sehingga penurunan suku bunga tidak akan bias dilakukan secara agresif. Oleh ekspektasi tersebut sentimen atas dollar pun masih bertahan positif.
Sterling Masih Negatif Oleh Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Pergerakan GBP/USD sepertinya lebih dipengaruhi oleh pergerakan GBP/JPY hampir sepanjang hari. Pelemahan poundsterling dimulai sejak awal sesi Eropa dan berlanjut hingga akhir sesi Eropa. Hasil data Inggris masih belum bisa merubah sentimen pasar untuk membeli poundsterling. Hasilnya bervariasi, tetapi pasar lebih fokus pada membesarnya defisit current account hingga rekor dan berkurangnya tekanan inflasi dari data peredaran uang. Pada akhir sesi bid akhir poundsterling 150 poin dibawah bid akhir periode sebelumnya dalam pergerakan sebesar 176 poin.
Meningkatnya aktifitas carry trade sehubungan dengan rally bursa saham Asia dan data Selandia Baru mempengaruhi pemburuan high-yielders, termasuk pembeli-an poundsterling terhadap dollar. Sejak minggu lalu hingga pagi ini pelemahan poundsterling terhadap dollar mencapai 768 poin dipengaruhi data rumah di Inggris dan notulen rapat BOE yang mendukung adanya penurunan suku bunga lagi bulan depan. Pelemahan ini memungkinkan adanya usaha rebound. Rally bursa saham Inggris dalam laju diatas 1,00% mungkin dapat mempengaruhi adanya bid poundsterling berlanjut pada sesi Eropa, apalagi kalau data Inggris lebih baik dari perkiraan. Penjualan ritel pada bulan Oktober diperkirakan meningkat 0,2%, dan indeks pengukur penjualan ritel tahunannya masih sama di 4,4%. Sepertinya diperlukan kenaikan penjualan yang jauh lebih baik dari perkiraan untuk merubah sentimen menjadi bullish poundsterling. Walau demikian, indeks pengukur sentimen masih mengindikasi pergerakan jual poundsterling, selain itu sebagian analis berpendapat data Inggris masih belum dapat merubah sentimen bearish poundsterling pasar Eropa dan Amerika. (RISET-iwan)
Monday, December 24, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



