Friday, December 14, 2007

Market Review

Dollar Bullish, Data PPI di Atas Prediksi

Jauh di atas prediksi, diumumkan pada semalam (13/12) inflasi produsen AS (PPI Inflation) pada November lalu melonjak menjadi sebesar 3.2% dari level 0.1% pada Oktober; sungguh jauh di atas prediksi ekonom yang menaksir bahwa angka inflasi hanya akan sebesar 1.6%. Hal yang sama juga tampak terjadi pada inflasi PPI inti, yang menanjak menjadi 0.4% dari 0% pada Oktober, juga di atas prediksi ekonom yang 0.1%. Data tersebut tampak telah menunjukkan cukup besarnya dampak kenaikan harga minyak terhadap harga input yang harus dibayarkan oleh produsen. Ekonom telah memasukkan pertimbangan tersebut dalam menaksir angka inflasi PPI-nya, sehingga pelonjakan inflasi semalam juga menyiratkan bahwa kenaikan harga BBM belum menyurutkan permintaan dari produsen, tunjukkan belum ada penurunan berarti pada aktifitas produksi AS.

Bersamaan dengan data inflasi PPI, turut diumumkan pula tingkat penjualan retail AS yang secara cukup mengejutkan juga tunjukkan angka yang jauh di atas prediksi. Data retail sales yang dirilis semalam tampak telah menunjukkan adanya dampak penurunan suku bunga The Fed belakangan ini, yaitu masyarakat menjadi semakin konsumtif. Adapun tingkat retail sales dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 1.2% pada November, menanjak dari hanya 0.2% pada Oktober, dan di atas prediksi ekonomi yang hanya 0.5%; sementara retail sales secara inti juga melonjak, yaitu meningkat sebesar 1.8% dari 0.2% pada Oktober.

Data-data tersebut tentu disambut baik oleh investor di pasar forex, karena tekanan inflasi yang tinggi akan menjadi batu pengganjal bagi The Fed untuk terus menurunkan suku bunganya. Selain itu, angka retail sales yang meningkat juga menunjukkan adanya perbaikan pada aktifitas ekonomi AS belakangan ini, sehingga tunjukkan kemungkinan yang lebih kecil bahwa perekonomian AS akan resesi.

Pasca pengumuman tersebut, terpantau bahwa dollar menguat terhadap semua mata uang kuat lainnya. Terhadap yen dollar menguat hingga ke level 112.29 dari sekitar level 11.80 sebelumnya; terhadap sterling dolar menguat sampai 2.0380 dari sekitara level 2.0405 sebelumnya; sementara terhadap euro dolar menguat hingga ke level 1.4661 dari sekitar level 1.4685 sebelumnya.

Data semalam memang telah menambah sedikit titik terang bagi investor soal akan ke mana arah perekonomian AS; namun tetap saja belum memastikan apapun. Oleh karena itu pergerakan yang terjadi sejauh ini tampak berlangsung perlahan, di mana investor belum agrasif dalam mengambil posisi di pasar karena masih “wait and see”. Terakhir terpantau bahwa dollar kini berada di sekitar level 112.22 terhadap yen, 1.4671 terhadap euro, dan 2.0397 terhadap sterling. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis