Wednesday, December 26, 2007

Market Review

Yen Menguat oleh Pembelian Eksportir Jepang


Pergerakan nilai tukar yen pada perdagangan natal kemarin (25/12) memperlihatkan peningkatan. Yen menguat terhadap 16 rival utamanya dengan adanya spekulasi pembelian yen oleh eksportir Jepang. Para eksportir Jepang diperkirakan akan melakukan pembelian yen untuk membayar hutang-hutang terhadap debitor dalam negeri menjelang akhir tahun ini.

Yen mengalami rebound terhadap dolar AS dari titik terendahnya dalam enam minggu pada perdagangan kemarin. Kemarin di AS, Australia, Hong Kong, Singapore, dan Inggris ditutup untuk memperingati hari Natal.

Sterling menembus all-time low terhadap euro kemarin, menyusul ekspektasi pemangkasan suku bunga akan terjadi ditengah melemahnya kondisi ekonomi, telah mendorong investor untuk menjual mata uang Inggris tersebut. Sterling mendekati level terendah tahun ini sejak munculnya laporan minutes dari sidang BoE yang mengisyaratkan kemungkinan akan dilakukan pemangkasan suku bunga di bulan Januari.


Bank of England's Monetary Policy Committee (MPC-BoE) menghasilkan keputusan bulat dari ke-9 anggotanya dalam memangkas suku bunganya, dimana hal
ini mendorong investor untuk semakin yakin bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya oleh BoE akan segera terjadi. Sejumlah data buruk Inggris di bulan Desember juga telah menambah spekulasi bahwa BoE akan memangkas suku bunga secara agresif di tahun 2008.


Hasil polling Reuters menunjukkan kemungkinan melambatnya perekonomian Inggris di tahun 2008, sementara suku bunga akan dipangkas sebesar 50 basis poin dari levelnya saat ini 5.50%.

Dalam pekan terakhir, dolar diuntungkan oleh data retail sales dan inflasi yang diluar dugaan dirilis positif, yang mana telah memperkuat dugaan bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunganya secara agresif pada sidangnya tahun depan. Namun demikian, hasil polling Reuters menunjukkan bahwa sekitar 40% kemungkinan perekonomian AS akan terkena resesi di tahun 2008.

Berdasarkan polling Reuters, The Fed diproyeksikan akan memangkas suku bunga sebanyak 2 kali yang masing-masing sebesar 25 bps menjadi 3.75% pada
semester pertama 2008 dan akan mempertahankan suku bunganya pada sisa semester berikutnya.
Hal ini berpotensi men-support dolar menyusul sejumlah bank sentral dunia diprediksi akan memangkas suku bunganya atau mempertahankannya.
(REUTERS/RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis