Tuesday, December 11, 2007

Market Review

Wall Street Menguat, Membaiknya Data Penjualan Rumah yang Diluar Dugaan

Dinihari tadi (11/12) Wall Street awali sesi pertamanya dalam minggu ini dengan sebuah penguatan . Saham-saham perbankan dan pengembang perumahan merupakan pemimpin penguatan malam ini, baik terimbas positif oleh pemberitaan bahwa investor Singapura dan Timur Tengah telah setuju untuk membeli obligasi UBS AG (convertible bonds) yang senilai $11.5 milyar, juga oleh laporan semalam yang secara mengejutkan tunjukkan angka penjualan rumah lama yang meningkat.
Saham-saham keuangan yang tergabung pada indeks Standard & Poor's 500 tampak menanjak hingga ke level tertingginya selama sebulan, utamanya ditopang oleh kenaikan yang terjadi pada JP Morgan Chase & Co., Citigroup Inc. dan Bank of America Corp. Pada pengembang perumahan, D.R. Horton Inc., kontraktor perumahan terbesar ke dua AS, setelah data perumahan tunjukkan angka yang meningkat. Adapun sentiment positif juga tertopang oleh laporan penjualan McDonald's Corp. yang jauh lebih baik jika dibandingkan bulan November kemarin.

Semua indeks AS terpantau berada dalam teritori hijau semalam, di mana indeks S&P 500 naik 10.97 poin atau 0.7% ke level 1,515.63; Dow Jones Industrial Average menanjak 106.17 poin atau 0.8% menjadi 13,731.75; dan Nasdaq Composite Index menguat 17.2 poin atau 0.6% ke level 2,723.36.

Sejalan dengan membaiknya data perumahan dan hijaunya kinerja bursa, dollar terpantau mulai mengalami rebound menguat, khususnya terhadap sterling dan euro.
Sidang FOMC

Keputusan rapat Federal Open Market Committee pada Rabu 02:15 akan mempengaruhi pergerakan forex minggu ini. Majoritas pasar kini menantikan penurunan suku bunga hanya 25 bp setelah sektor tenaga kerja Amerika dinilai mendukung kondisi ekonomi yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Ada kemungkinan investor akan enggan untuk membuka posisi baru menjelang FOMC sehingga pergerakan mungkin dibawah range rata-rata. Kemungkinan dollar menguat terhadap high-yielders sebelum keputusan FOMC didapat dari berlanjutnya pengurangan porsi jual dollar dengan berubahnya ekspetasi penurunan suku bunga the Fed dan data pasangannya yang mendukung dollar untuk rally. Lemahnya data Australi pagi ini dan perkiraan data Jerman nanti siang memungkinkan dollar untuk menguat terhadap dollar Australi dan euro, kecuali kalau sentimen positif lebih mempengaruhi high-yielders diburu. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis