Friday, December 07, 2007

Market Review

Penurunan Suku Bunga Oleh BOE Tekan Sterling

Pada sepanjang sesi perdagangan semalam (06/12) terpantau bahwa sterling dan euro bergerak dalam tren yang melemah. Bahkan sejak kemarin sebelumnya, ekspektasi bahwa BOE akan mulai menurunkan suku bunga, sejalan dengan telah meredanya tekanan inflasi dan semakin terancam melambatnya pertumbuhan ekonomi, telah membuat sterling bergerak melemah. Sehingga pasca pengumuman semalam, sterling tampak masih melanjutkan pelemahan namun dalam level yang terbatas pengumuman tersebut telah diantisipasi pasar sebelumnya.

Tidak lama setelah Bank Of England umumkan keputusannya untuk menurunkan suku bunga sebesar basis poin menjadi 5.5%, European Central Bank (ECB) juga mengumumkan keputusan suku bunganya. Berbeda, ECB masih bersikukuh untuk mempertahankan suku bunganya di level 4%. Namun keputusan BOE yang telah mulai menurunkan suku bunga, membuat pasar kini berekspektasi bahwa ECB tidak lama lagi akan menyusul, karena memang krisis kredit subprime AS juga telah mengjangkiti perekonomian Eropa dan Inggris. Jika ECB melihat sudah terdapat peredaan inflasi yang cukup, diprediksi langkah penurunan suku bunga akan turut dilakukan dalam rangka mencegah perlambatan ekonomi yang mendalam. Oleh karena itu, ekspektasi penurunan suku bunga Inggris tidak hanya menyebabkan pelemahan sterling, tapi juga euro; karena adanya ekspektasi suku bunga Eropa yang menempel pada suku bunga Inggris.

Adapun terpantau semalam sterling melemah hingga ke level 2.0195 dari sekitar level 2.0400 pagi tadi, dan dari sekitar level 2.06; dan saat ini terpantau sterling tengah bergerak sideways di sekitar level 2.0265. Kinerja bursa diperkirakan dapat menjadi faktor penggerak berikutnya, dan pelemahan sterling lebih lanjut diprediksi tidak akan berlangsung tajam, karena pasar juga memiliki ekpektasi bahwa suku bunga AS juga akan diturunkan. Jika laju Wall Street lebih cepat dari bursa London, maka sentimen masih akan berpihak pada dolar; demikian berlaku juga jika sebaliknya.

Sementara Euro terpantau melemah hingga ke level 1.4525, dari sekitar level 1.46 pada pagi tadi dan dari sekitar level 1.4765 kemarin; saat ini terpantau euro masih berada dalam tren melemah di sekitar level 1.4554.
Untuk pergerakan nilai tukar selanjutnya, perkembangan data-data fundamental makroekonomi negara-negara maju tersebut akan menjadi sorotan pasar dalam menentukan untuk membeli mata uang apa. Terdekat, data Non-Farm Payroll AS yang diumumkan malam nanti akan menjadi fokus pasar. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis