Keputusan Bank Of Canada Berimplikasi Besar Terhadap Sterling
Yen menguat terhadap dolar dan mata uang ber-yield tinggi menyusul concern mengenai buruknya masalah pada pasar kredit dan meluasnya tekanan pada pasar uang mendorong investor untuk memangkas kembali posisi beresiko mereka. Likuiditas di sejumlah pasar kredit saat ini mengalami kondisi yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir, menyusul bank-bank menjauhi resiko dan enggan untuk memberikan pinjaman yang diperburuk oleh minimnya likuiditas musiman akibat tingginya permintaan dana cair (cash) guna meng-cover kebutuhan periode akhir tahun.
Kekhawatiran seputar kondisi pasar kredit juga menekan bursa saham, mendorong penurunan 1% pada FTSEurofirst equity index dan menambah keengganan investor untuk memburu aset-aset beresiko di pasar. Dolar terkoreksi sekitar 0.7% di level 109.65 yen dimana mencatat day low di 109.58 yen.
Dolar Kanada terkoreksi tajam setelah The Bank of Canada memangkas suku bunga overnight sebesar 25 bps menjadi 4.25% hari Selasa kemarin, dimana dikatakannya bahwa pasar finansial global kemungkinan akan mengalami kesulitan yang lebih berat yang bertalian dengan buruknya kondisi subprime AS. Dolar melonjak mendekati level tertinggi 11 pekan di level C$1.0144, naik dari C$1.0050.
Perhatian pasar saat ini tertuju pada hasil keputusan BoE hari ini, dimana kalangan analis berkesimpulan peluang terjadinya pemangkasan semakin besar pasca langkah rate cut BoC kemarin lusa. Sterling terkoreksi tajam terhadap dolar setelah langkah rate cut BoC tersebut.
Pekan lalu, dolar sempat menguat 1.5% terhadap basket of currencies --- kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juni 2006 --- setelah The Federal Reserve (The Fed) memperkuat sinyal bakal memangkas suku bunganya pekan depan dan melanjutkannya di tahun berikutnya. Kondisi tersebut telah mendorong meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi AS dan memicu naiknya bursa saham.
Pasar memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4.25% pada sidang The Fed tanggal 11 Desember mendatang dan bisa jadi malah akan dipangkas sebesar 50 bps.
Investor masih terlihat enggan untuk mengambil resiko lebih besar dalam perdagangan mata uang sebelum dirilisnya keputusan sidang ECB dan BoE pekan ini serta data tenaga kerja AS hari Jum’at dimana diharapkan akan dapat memberikan kejelasan mengenai keputusan kebijakan moneter The Fed pekan depan dan tahun berikutnya. Data payrolls AS diperkirakan akan menunjukkan telah terjadi penambahan lapangan kerja sebesar 75.000 di bulan November. Dolar juga terlihat gagal memetik keuntungan dari sidang negara-negara Teluk yang tergabung dalam the Gulf Cooperation Council di Doha kemarin yang tidak membahas mengenai melemahnya kondisi nilai tukar dolar di pasar ataupun mengenai kebijakan valuta asing. Padahal sebelumnya sejumlah analis memprediksi jika komunike tidak membahas masalah melemahnya dolar ataupun reformasi mata uang, maka akan dapat memberikan keuntungan bagi penguatan dolar di pasar. (RISET-iwan)
Thursday, December 06, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



