Monday, December 03, 2007

Market Review

Sentimen Dollar Masih Dipengaruhi Oleh Pernyataan Pejabat The Fed

Kemungkinan bank sentral major lainnya akan mengikuti langkah penurunan suku bunga yang dilakukan oleh the Fed sehingga mempengaruhi porsi jual dollar lebih lanjut, high-yielders berakhir melemah terhadap dollar. Minggu kemarin pergerakan lebih terjadi sepanjang sesi Asia dan pagi Eropa daripada sesi Amerika. Data yang menunjukkan pelemahan pertumbuhan ekonomi dan pernyataan dovish para pejabat bank sentralnya mempertajam pelemahan poundsterling sehingga GBP/USD turun sekitar 240 poin. Penjualan euro berfokus saat bursa saham Eropa dibuka, dimana EUR/USD langsung turun sekitar 85 poin. Pada sesi Amerika, pergerakan cenderung konsolidasi, dan dengan bursa sahamnya berusahan untuk bertahan di daerah positif dan pembelian obligasi pemerintah kembali meningkat hingga yields 10-yr US Treasuries berakhir dibawah 4,00% lagi, Fed Funds Futures memperkirakan 100% kemung-kinan penurunan suku bunga 25 basis poin pada rapat kebijakan 11 Desember nanti, dan sekitar 26% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 bp.

Kemungkinan penurunan suku bunga the Fed semakin kuat setelah nada Ben Bernanke Jum'at pagi minggu lalu kurang lebih sama dengan Donald Kohn. Bernanke melihat inflasi inti (core inflation) masih tetap moderat walau harga minyak terus meningkat, sementara sektor perumahan semakin melemah dan kondisi keuangan semakin ketat. Bernanke juga menyatakan bank sentral perlu informasi lebih lanjut untuk membantu menentukan keputusan. Dollar langsung melemah terhadap euro dan poundsterling setelah pidato Bernanke, tetapi pelemahan ini terbatasi. Spekulasi BOE dan ECB akan mengikuti kebijakan penurunan sukubunga the Fed sepertinya mempengaruhi tekanan jual pada euro dan poundsterling sehingga menjelang bursa Tokyo ditutup sudah hampir semua gain terhadap dollar habis.

Selain pidato Bernanke, sempat ada sedikit pembelian yen setelah CPI inti Tokyo dan seluruh Jepang meningkat. Tetapi peningkatan ini masih sesuai dengan perkiraan, sementara lainnya menunjukkan tingkat pembelanjaan rumah tangga semakin menurun dengan peningkatan hanya 0,6%. Rendahnya pembelanjaan ini menggambarkan kondisi ekonomi domestik yang masih belum kuat, sehingga mengindikasi Bank of Japan masih belum bisa mengetatkan kebijakannya. Rally dollar terhadap yen dan franc lebih konsisten hingga menjelang bursa Tokyo ditutup, karena rally bursa saham Asia dipengaruhi pernyataan Bernanke. Sentimen investor Eropa sepertinya akan lebih mempengaruhi pergerakan kemudian.

Data Eropa bervariasi, sementara data Inggris masih mendukung pelemahan poundsterling lebih lanjut. Indeks favorit the Fed untuk mengukur inflasi akan dirilis nanti. Selama bulan Oktober, peningkatan PCE inti masih dibawah 2,00%, walau PCE Deflator-nya semakin meningkat. Tetapi dengan concern the Fed lebih ke pertumbuhan ekonomi dan pernyataan pejabatnya hingga saat ini mendukung penurunan suku bunga, ada kemungkinan pasar akan lebih memperhatikan Personal Income dan Personal Spending. Hasil yang lebih lemah atau terjadi penurunan pada salah satu indeks tersebut bisa mempengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga semakin kuat sehingga rally bursa saham bisa menyebabkan dollar melemah terhadap high-yielders. Kondisi sektor manufaktur di Chicago dan sekitarnya pada bulan November diperkirakan membaik sehingga kembali dalam kondisi ekspansi. Hasil sesuai dengan perkiraan positif untuk rally bursa saham. Pernyataan para pejabat the Fed juga masih perlu diperhatikan. William Poole akan berbicara mengenai ekonomi, dan Frederic Krozner akan berbicara mengenai pasar finansial.(RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis