Friday, November 02, 2007

Market Review

Dolar Menguat vs Sterling, Personal Income Sesuai Prediksi

Dilaporkan pada semalam (01/10) bahwa Personal Income pada September meningkat menjadi sebesar 0.4%, dari 0.3% angka awal Agustus (di revisi menjadi 0.4%); adapun angka tersebut sesuai dengan prediksi ekonom. Turut dilaporkan pula malam ini bahwa inflasi inti dari indeks Personal’s Consumer’s Expenditure meningkat menjadi 0.2% (m-m) dari 0.1% pada Agustus, pertegas bahwa tekanan inflasi masih berpotensi meninggi.

Selain itu diumumkan bahwa jumlah masyarakat AS yang melaporkan ketidakpunyaan pekerjaan (jobless claim) menurun lebih banyak dari prediksi. Adapun dilaporkan bahwa jobless claim pada minggu lalu adalah sebesar 327,000, turun sebesar 6,000 klaim, lebih banyak dari prediksi yang memprediksi hanya akan terjadi penurunan sebesar 3,000 klaim.

Pengumuman semalam seakan memberi sinyal bahwa tidak akan ada lagi penurunan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed pada tahun ini, melihat sudah mulai bangkitnya aktifitas perekonomian, dan masih adanya tekanan inflasi.

Terpantau pasca pengumuman tersebut dolar bergerak menguat terhadap sterling yang belakangan ini telah melemah oleh ekspektasi selisih suku bunga. Terpantau, bahwa dolar sempat menguat hingga ke level $2.0807 per sterling, dari level 2.0850 sebelum pengumuman; dan pagi ini tampak stabil di sekitar level 2.0775.

Sementara terhadap euro, dollar masih tampak stabil pasca pengumuman tersebut, indikasikan bahwa pasar masih menunggu informasi yang lebih kuat untuk menentukan posisi, seperti data Non-Farm Payroll yang akan diumumkan pada malam nanti.

Bursa AS Dropped, Mengecewakan Laporan Citigroup dan Exxon

Bursa AS dinihari tadi (02/10) tampak terpuruk turun setelah rally cukup tajam kemarin. Berita dari Citigroup Inc.'s dam Exxon Mobil Corp mengecewakan pasar; selain itu, pernyataan dari Credit Suisse yang mengatakan bahwa dampak dari krisis kredit kemarin tidak akan begitu saja berakhir pada saat ini, turut membuat pasar masih tampak was-was.

Citigroup, bank dengan asset terbesar AS, sahamnya anjlok tajam dengan pelemahan terbesarnya sejak 2002, setelah adanya pemberitaan bahwa mereka akan melakukan pengurangan pada jumlah deviden yang akan dibagikan. Selain itu, Exxon Mobil Corp. juga turut jatuh, setelah perusahaan minyak terbesar dunia tersebut laporkan penurunan tingkat pendapatan terbesarnya selama 3 tahun.

Oleh dua berita buruk dari dua perusahaan raksasa AS tersebut, semua indeks AS kontan melemah. Pada menjelang akhir sesi Wall Street dini hari ini, terpantau indeks Standard & Poor's 500 turun sebesar 40.94 poin atau 2.64% ke level 1,508.44; Dow Jones Industrial Average turun sebesar 362.14 poin atau 2.6% ke level 13,567.87; dan Nasdaq Composite Index anjlok turun 64.29 poin atau 2.25% ke level 2,794.83. Adapun saham finansial adalah sektor yang memiliki kinerja terburuk pada tahun ini, di mana rata-rata harga telah bukukan penurunan 4% pada sepanjang tahun ini. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis