Thursday, November 29, 2007

Market Review

Dolar Masih Dipengaruhi Oleh Data Beige Book dan Existing Home Sales Semalam

Saat tengah hari kemarin waktu Tokyo terjadi penjualan yen dengan tajam terhadap mata uang major sehubungan dengan aktifitas carry trade. Membaiknya sentimen pasar dipengaruhi berita Abu Dhabi Investment Authority membeli 4,9% bagian Citigroup senilai $7,5 milyar. Infusi dana ini diharapkan dapat menstabilisasi perbankan besar Amerika, dan menggambarkan usaha institusi keuangan untuk memperbaiki kerusakan dari kredit sub-prime dan krisis kredit. Sentimen pasar yang lebih positif menyebabkan pengurangan porsi jual dollar terhadap high-yielders yang berlangsung beberapa jam hingga bursa saham Eropa dan Inggris dibuka.

Hasil data Eropa yang diluar dugaan lebih baik mempengaruhi euro untuk menguat terhadap dollar hingga mencapai kembali 1,4900, tetapi rally lebih lanjut terbatasi oleh gelombang pembelian dalam bursa saham Amerika. Hasil data yang lebih buruk sepertinya diabaikan pasar. Pembelian dollar yang lebih tajam terjadi setelah bursa Eropa dan Inggris ditutup dibawah dipengaruhi turunnya harga komoditas metal dan cair. Harga kontrak minyak mentah turun 3,4% dan berakhir dibawah $95 per barel setelah kemungkinan OPEC akan memutuskan peningkatan produksi sebesar 500.000 barel per hari pada pertemuannya minggu depan di Abu Dhabi. Sebagian analis melihat menguatnya dollar turut mempengaruhi turunnya harga minyak. Pada akhir sesi, hanya dollar Australia yang berakhir menguat terhadap dollar karena pembelian dollar Australia yang berlangsung sejak awal sesi Asia dipertajam oleh pembelian saham Citigroup.

Naiknya penjualan ritel di Jepang memberikan harapan pada bull yen akan kondisi ekonomi yang lebih baik sehingga mempengaruhi pembelian yen terhadap mata uang major. Sentimen dan performa bursa saham mungkin masih lebih mempengaruhi pergerakan forex hingga sesi Amerika. Menjelang sesi Eropa, pernyataan pejabat BOE Andrew Sentence mengejutkan pasar sehingga poundsterling dan euro langsung terjual terhadap dollar. Sentence yang biasanya hawkish menyatakan tidak mudah dalam kondisi saat ini untuk bank sentral menentukan kebijakan. Nada ragu beliau langsung memperbesar kemungkinan BOE akan mengikuti langkah penurunan suku bunga the Fed, begitu pula ECB. Ada kemungkinan pengurangan porsi jual dollar berlanjut pada sesi Amerika, walau di sisi lain pasar masih belum bereaksi terhadap pernyataan Goldman Sachs semalam yang melihat the Fed akan menurunkan tingkat suku bunganya hingga ke 3,00% pada pertengahan tahun depan untuk mencegah terjadinya resesi. Menurut Goldman, resiko ekonomi Amerika akan mengalami kontraksi dalam 2 kuartal berturut-turut telah meningkat menjadi 40-45%.

Tidak ada data dari Inggris, dan hanya ada data minor dari Eropa, sehingga fokus data kemarin hanya pada sesi Amerika. Pernyataan para pejabat the Fed akhir-akhir ini masih mencerminkan bank sentral yang akan bertahan untuk tidak menurunkan suku bunga lagi. Dengan pasar fed funds futures terus memperkirakan penurunan suku bunga oleh the Fed bulan depan, kalau Beige Book menggambarkan kondisi ekonomi di ke-12 distrik the Fed masih stabil, pasar tentuya harus mengurangi ekspetasi penurunan suku bunga the Fed. Sebaliknya, kalau kondisi ekonomi semakin memburuk akan semakin banyak yang menilai Amerika semakin mendekati resesi. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis