PHK 45.000 Karyawan, Aksi Lanjutan Citigroup.inc Setelah Di-Akuisisi Abu Dhabi Investment
Pembelian yen terhadap mata uang major kembali terjadi dipengaruhi alasan yang berbeda. Pada sesi Asia berita CIC berencana akan investasi di bursa saham Jepang menyebabkan yen menguat terhadap dollar. CIC adalah badan investasi yang dibentuk pemerintah China untuk mengelola forex reserves-nya yang bernilai $1,4 trilyun. Kemungkinan ini tidak terlalu mempengaruhi cross yen, yang penurunannya lebih dipengaruhi oleh berkurangnya toleransi investor terhadap resiko sehubungan dengan penjualan pada bursa saham Eropa. Sentimen bearish dollar masih mempengaruhi adanya bid euro dan poundsterling sepanjang sesi Asia dan pagi Eropa. Pelemahan poundsterling dimulai menjelang sesi Amerika, bersamaan dengan turunnya indeks FTSE dipengaruhi penurunan peringkat HSBC oleh Goldman Sachs. Tetapi rally dollar ini terbatasi, dan bid poundsterling kembali menguasai pasar pada sesi pagi Amerika hingga mendekati akhir sesi dimana risk aversion dan unwinding carry trade yen kembali mempengaruhi pelemahan high-yielders terhadap dollar.
Penurunan peringkat Fanny Mae dan Freddie Mac oleh UBS, ditambah kemungkinan Citigroup akan mem-PHK hingga 45.000 karyawan menimbulkan kekuatiran baru menjelang akhir sesi. Unwinding carry trade lebih tajam terjadi pada dollar Australia dan dollar Selandia Baru, sehingga pada akhir sesi dollar menguat hanya terhadap kedua mata uang tersebut. Dimana yields US Treasuries untuk 10 tahun berakhir turun 18 bp hingga kebawah 4,00% untuk pertama kalinya dalam 2 tahun di 3,822%; fed funds futures memperkirakan 96% kemungkinan the Fed menurunkan suku bunga 25 bp bulan depan.
Sentimen investor Asia sepertinya sudah lebih baik sehingga aktifitas carry trade meningkat dan mempengaruhi high-yielders cenderung menguat terhadap dollar, dan yen melemah terhadap mata uang major. Pada tengah hari waktu Tokyo terjadi penjualan yen dengan tajam terhadap mata uang major, sehingga USD/JPY naik sekitar 120 poin. Pergerakan ini dipengaruhi oleh berita saham Citigroup senilai $7,6 milyar akan dibeli oleh Abu Dhabi Investment Authority sehingga toleransi terhadap resiko membaik dan aktifitas carry trade meningkat. Perkembangan sentimen dan toleransi pasar terhadap resiko masih akan mempengaruhi pergerakan forex. Analis melihat masih ada kemungkinan EUR/USD mencoba mencapai 1,50; walau perkiraan data IFO Jerman kemarin sore tidak mendukung adanya rally euro sehingga bisa memberikan tekanan jual euro pada sesi Eropa.
Untuk poundsterling, dengan tidak ada data ekonomi dari Inggris hingga Kamis, demand pasar akan poundsterling lebih dipengaruhi oleh toleransi investor terhadap resiko dan hasil data Amerika. Untuk malam ini, perkiraan data Amerika masih mendukung adanya pelemahan dollar lebih lanjut dan ekspetasi the Fed menurunkan sukubunga bulan depan. Indeks rumah Case Shiller diperkirakan masih menunjukkan deteriorasi dalam sektor perumahan Amerika dengan penurunan harga terbesar per kuartal. Selain itu, tingkat konfiden konsumer untuk November diperkirakan semakin memburuk. Walau hasil penjualan ritel selama Black Friday kemarin bagus, sebagian skeptis level pembelanjaan tersebut akan bertahan hingga Natal dan Tahun Baru. (Berbagai Sumber/RISET-iwan)
Wednesday, November 28, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



