Monday, November 26, 2007

Market Review

Black Friday, Dolar Mungkin Dipengaruhi Oleh Situasi di Pusat Perbelanjaan

Sesudah pergerakan tajam pada hari Selasa dan dengan market Amerika libur Thanksgiving, pergerakan forex memiliki range dibawah rata-rata. Sentimen yang membaik pada pasar Asia mempengaruhi adanya pembelian high-yielders, sehingga euro kembali mencapai level tertinggi baru terhadap dollar. Perubahan arah terjadi menjelang sesi Eropa. Tekanan jual pada poundsterling dipengaruhi oleh berita pinjaman Northern Rock ke Bank of England ternyata sebesar $26,4 milyar, lebih besar dari perkiraan pasar. Sedangkan pelemahan dollar Australiaa turut dipengaruhi oleh kehati-hatian investor menjelang pemilihan umum Australia yang akan berlangsung akhir pekan ini. Indeks USD kembali mencapai level terendah baru di 74.916. Pada akhir sesi, dollar menguat terhadap poundsterling dan dollar Australia, dan berakhir stabil terhadap euro, yen dan franc.

Sentimen pasar Asia yang masih bearish dollar, terutama dengan semakin banyak yang melihat penurunan suku bunga the Fed bulan depan sebaiknya 50 bp, dan kurangnya volume perdagangan menyebabkan volatiliti meningkat dalam pergerakan forex menjadi lebih tajam. Gelombang pertama penjualan dollar terhadap mata uang major Jum'at pagi menyebabkan EUR/USD naik sekitar 70 poin dalam hitungan menit hingga untuk pertama kalinya menembus keatas 1,49, GBP/USD naik 100 poin hingga kembali bergerak diatas 2,07. Gelombang penjualan dollar berikutnya menyebabkan EUR/USD semakin mendekati 1,50 di 1,4966. Melemahnya dollar ini mempengaruhi daya tarik carry trade yen dengan dollar berkurang hingga USD/JPY langsung turun sekitar 80 poin mencapai level terkuatnya dalam 2,5 tahun di 107,82. Indeks USD turun hingga mencapai level terendah baru di 74,36. Ada kemungkinan arah pergerakan pada sesi Eropa berubah ke pelemahan high-yielders, seperti kemarin.

Presiden ECB, Jean Claude Trichett, menekankan tidak menyukai pergerakan brutal pada forex, dan ini bisa mempengaruhi sentimen investor Eropa untuk lebih berhati-hati, apalagi kalau semakin banyak pejabat tinggi Eropa yang menyuarakan nada sama. Perkiraan data Eropa mendukung adanya profit taking setelah hampir mencapai 1,50. Sebaliknya perkiraan data GDP Inggris untuk kuartal ke-3 cukup positif, tetapi sentimen mungkin dipengaruhi perkembangan berita sektor perbankannya. Bursa Amerika Jum'at malam sudah kembali buka, walau volume mungkin masih rendah karena sebagian trader ambil cuti panjang.

Tidak ada data ekonomi dari Amerika, tetapi kali ini merupakan Black Friday sehingga situasi dan keadaan di pusat perbelanjaan akan menjadi fokus. Peritel memanfaatkan libur panjang Thanksgiving untuk menarik pelanggan dengan memberikan diskon besar-besaran, dan hasil penjualannya hingga akhir pekan biasanya digunakan untuk melihat bagaimana sentimen konsumer dan kemampuan belanja mereka menjelang musim libur natal dan tahun baru. Dinamakan Black Friday karena biasanya hasil penjualan yang meningkat dapat merubah pembukuan peritel dari merah menjadi hitam (positif). (Diolah dari berbagai sumber/RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis