Dollar Cenderung Melemah, dalam Tekanan Setelah Pertemuan G20
Mata uang US Dollar terpantau mixed dengan bias melemah pada sesi pasar London kemarin (19/11) setelah pertemuan para menteri keuangan G20 gagal untuk mengeluarkan pernyataan spesifik mengenai pelemahan dollar. Sementara di tempat lain para menteri di organisasi OPEC sedang dalam tekanan untuk memasang harga komoditi minyak dalam mata uang selain dollar.
Meningkatnya sentiment keengganan untuk lebih berisiko di kalangan investor dalam pasar saat ini harusnya dapat memberikan sejumlah support bagi US dollar, namun para pelaku pasar nampaknya bersikap sangat hati-hati menjelang rilis laporan perumahan AS hari Selasa ini serta notulen pertemuan the Fed yang terakhir.
Dalam pasar valuta terakhir dollar terpantau melemah terhadap yen ke level Y110.28, sementara euro sedikit turun ke level $1.4634 sekalipun terdapat data laporan bahwa ekspor Jerman tidak terlalu terganggu oleh penguatan mata uang euro. Sementara itu GBP menguat ke level $2.0532 setelah laporan dari Rightmove menunjukkan bahwa harga-harga perumahan Inggris turun 0.7% di bulan November.
Minggu Thanksgiving, Pasar Cenderung Sepi
Minggu ini merupakan minggu liburan panjang Thanksgiving untuk kawasan Amerika. Diperkirakan pasar tidak bergerak dari trend pasar secara jangka panjangnya mengingat para trader akan keluar dari pasar dan tidak terlibat dalam transaksi valuta, namun secara jangka pendek dapat saja terjadi perubahan arah pasar atau koreksi di tengah volume perdagangan yang tipis saat ini.
Minggu ini rilis berita yang penting adalah notulen pertemuan bank sentral Inggris (BOE) dan the Fed (FOMC) yang akan dirilis hari Rabu mendatang. Pandangan para trader dan nvestor adalah ingin melihat indikasi kemungkinan pemangkasan bunga lanjutan untuk dua kawasan negara maju tersebut. (RISET-iwan)
Tuesday, November 20, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



